Jumat, 21 November 2014
Tribunnews.com

Apa Penyebab Rahang Atas Belakang Kanan Tiba-Tiba Sakit?

Rabu, 22 Mei 2013 17:41 WIB

Apa Penyebab Rahang Atas Belakang Kanan Tiba-Tiba Sakit?
net

TRIBUNNEWS.COM  - Tribunnews.com membuka kontak Konsultasi yang akan dijawab Drg Anastasia Ririen

Drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati, alumnus Fakultas Kedokteran gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, siap menjawab segala pertanyaan seputar kesehatan gigi dan mulut di rubrik konsultasi gigi dan mulut Tribunnews.com.

Selama ini, perempuan kelahiran tepian Danau Tage - Epouto (Enarotali, Paniai, Papua) ini bekerja di Permata Pamulang Hospital, Happy Smile Dental Clinic Bali View Point (keduanya beralamat di Tangerang Selatan), dan praktek pribadi D-smile di wilayah Pondok Cabe, Selatan Jakarta.

Selain itu, juga aktif menulis di www.kompasiana.com/dokteranastasiaririen dan memberikan konsultasi soal kesehatan gigi dan mulut lewat media radio, serta mengisi rubrik konsultasi di Harian Tribun Kaltim.

Bagi pembaca Tribunnews.com yang ingin melakukan konsultasi masalah gigi dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com. Semua jawaban akan ditayangkan di Tribunnews.com.

Pertanyaan Pembaca

Dear  Adik Dokter,
Ini Kak Anita. Langsung saja, ya Dik.. Mengapa rahang atas belakang Kakak tiba-tiba terasa sakit hingga terasa menembus ke telinga setiap Kakak membuka mulut agak lebar sejak beberapa hari lalu, ya? Juga terasa bagian dalam telinga seperti tersumbat, dan telinga seolah tertarik. Giginya tidak terasa sakit. Tapi seperti di bagian dalam atasnya.

Bagaimana sebaiknya, ya Dik? Ke mana Kakak musti konsultasi? Ke dokter umum atau ke mana, ya? Kira-kira musti dirawat apa, ya? Aduh, Kakak merasa terganggu sekali. Terimakasih, Dik.. (Anita, Papua)
 
Jawaban:
Dear Kak Anita. Kondisi gangguan ini tentu sangat berpengaruh terhadap rutinitas Kakak beberapa hari ini. Semoga segera mendapatkan perawatan yang tepat.
.
Dari apa yang Kakak sampaikan, saya melihat kemungkinan keterlibatan gangguan persendian rahang pada keluhan yang sedang Kakak rasakan.

Sendi rahang merupakan sendi terkompleks dalam tubuh manusia, yang bertanggung jawab melakukan berbagai macam gerakan rahang bawah seperti maju-mundur, ke kiri - ke kanan, dan membuka-menutup mulut, Kak.. Gangguan/kelainan pada sendi rahang dan otot-otot pengunyahan dikenal dengan istilah temporo-mandibular disorder.

Meski penyebab kelainan sendi rahang masih belum bisa dipastikan, beberapa hal berikut dapat mengawalinya sebagai pencetus terjadinya, di antaranya sebagai berikut:
-          Trauma pada sendi rahang akibat terkena benturan ataupun akibat kebiasaan buruk mengerot.
-          Stres yang mengakibatkan otot-otot rahang tegang dan sering berkontraksi.
-          Susunan gigi yang tidak teratur.
-          Bagian dari gigi ataupun tambalan gigi yang mengganjal saat digigitkan.
-          Radang pada sendi rahang.
-          Tumor pada sendi rahang.
-          Kebiasaan mengunyah hanya pada satu sisi rahang.
-          Kebiasaan tidur miring ke satu sisi saja.
-          Kebiasaan menggigit-gigit kuku.
-          Kebiasaan berlama-lama mengunyah permen karet.
-          Kebiasaan menggunakan telphon dengan menjepitnya di antara satu sisi telinga dan bahu sambil tetap beraktivitas.
 
Perawatan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kelainan pada sendi rahang merupakan tindakan paling tepat yang musti diupayakan, Kakak.. Diawali dengan langsung berkonsultasi pada dokter gigi terdekat.

Meski secara umum mirip dengan kondisi penyakit lain seperti infeksi rongga sinus, sakit gigi, infeksi pada telinga, ataupun masalah persyarafan, beberapa keluhan dapat dijadikan pedoman terkait kemungkinan adanya permulaan kemunculan kelainan sendi tersebut. Untuk membedakannya, dokter gigi akan melakukan berbagai pemeriksaan.

Terkait kelainan sendi rahang, biasanya dikeluhkan hal-hal berikut:
-          Rasa sakit kepala, pusing, hingga gangguan keseimbangan/vertigo.
-          Rasa sakit di daerah sendi rahang, yaitu di depan lubang telinga kita, terutama jika sedang mengunyah makanan, berbicara, ataupun membuka lebar mulut kita.
-          Sendi terasakan seolah menyangkut saat kita sedang membuka ataupun menutup mulut.
-          Otot-otot daerah wajah dan rahang terasa tegang.
-          Kesulitan saat membuka mulut.
-          Gigi terasa tidak berkontak dengan normal seperti biasanya saat sedang digigitkan/dikatupkan.
-          Ketika membuka-menutup mulut terdengar suara kertakan maupun meletus pada persendian rahang kita.
-          Rasa sakit dari daerah depan telinga dapat menyebar hingga area belakang kepala ataupun leher kita.
-          Rasa seolah telinga kita tersumbat.
-          Rasa berdengung dalam telinga kita.
Perawatan yang dilakukan untuk mengobati kelainan sendi rahang tergantung dari penyebab kelainannya. Antara lain:
-          Jaw Rest (Istirahat Rahang). Di antaranya dengan:
o   Membiarkan gigi-gigi terpisah selama mungkin.
o   Menghindari mengunyah permen karet ataupun makan makanan yang keras, kenyal dan  garing, juga makanan yang untuk memakannya harus membuka mulut lebih lebar.
o   Memotong-motong makanan menjadi kecil-kecil sebelum dimasukkan ke mulut untuk mengurangi beban pengunyahan pada sendi rahang kita.
-          Terapi Panas - Dingin.
-          Terapi obat-obatan, dengan resep dokter.
-          Terapi Fisik: Pembukaan dan penutupan rahang secara pasif, pemijatan, dan stimulasi listrik.
-          Managemen stress.
-          Terapi Oklusal, termasuk upaya memperbaiki kontak antara gigi-geligi rahang atas dengan bawah melalui perbaikan contour permukaan tambalan-tambalan yang ada pada semua gigi.
-          Koreksi kebiasaan buruk.
-          Koreksi Kelainan Gigitan dengan tindakan ortodontik.
-          Koreksi prostodontik.
-          Tindakan Operasi, bila diindikasikan.
Selain itu, sensasi terkait dapat pula diawali oleh telah terjadinya proses infeksi dalam rongga mulut kita, Kak.. Diantaranya semisal:
-          Infeksi pada bagian pulpa gigi.
-          Infeksi pada proses tumbuhnya gigi geraham bungsu, ketika mahkota sang gigi baru keluar sebagian, sehingga masih ada bentukan kantong yang memudahkan terfiksasinya bahan makanan di sana, dan memudahkan timbulnya proses peradangan/infeksi karenanya.
-          Infeksi yang mungkin saja terjadi pasca pencabutan gigi oleh ragam sebab.
-          Infeksi jaringan pendukung gigi.
-          Infeksi kelenjar air ludah.
-          Infeksi pada rongga sinus.
Hal yang dapat menimbulkan beberapa keluhan antara lain:
-          Rasa sakit,
-          Pembengkakan,
-          Kesulitan membuka mulut,
-          Kesulitan menelan ataupun bernafas,
-          Munculnya warna kemerahan pada area infeksi, dan
-          Demam.
Apapun penyebabnya, seyogyanya segera mengkonsultasikan apa yang Kakak keluhkan tersebut ke dokter gigi terdekat pilihan Kakak  agar dapat segera ditemukan pencetusnya, ditegakkan diagnosenya, dan dapat diberikan penanganan/pengobatan yang paling tepat dan memungkinkan segera diupayakan.

Dan untuk kasus-kasus tertentu, bila perlu dapat segera dirujukkan ke dokter ahlinya.Demikianlah penjelasan saya, Kak. semoga dapat bermanfaat. Salam sehat dari saya untuk seluruh keluarga Kakak, yea.. Andai ke Jakarta, mampirlah ke kediaman saya, Kak.. Saya tunggu.

Editor: Anita K Wardhani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas