• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Samaritan Masih Perlukan Dana Untuk Kelola Pelayanan Empat RS

Rabu, 24 Juli 2013 09:06 WIB

Samaritan  Masih  Perlukan Dana Untuk Kelola  Pelayanan  Empat  RS
TRIBUNNEWS.COM/ Budi Prasetyo
Pastor Bertens (nomor dua dari kanan) bersama Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat, saat menyerahkan bantuan dana Rp 200 juta kepada Yayasan Samaritan 

TRIBUNNEWS . COM  .JAKARTA – Sejauh ini  sudah  banyak  upaya  yang dilakukan pemerintah  dalam  membantu  pengobatan  bagi  masyarakat  yang tidak  mampu. Namun tentunya tidak secara  secara keseluruhan  upaya ini  dapat tertangani.

Bagi  masyarakat tidak mampu  dan  tidak   tertangani pemerintah dalam pelayanan pengobatan  ,Yayasan Samaritan  melakukan upaya  dengan  memberikan  bantuan  dana  bagi  masyarakat tidak mampu  melalu empat rumah sakit  yang dikelola bersama.

Hingga  saat ini  Yayasan Samaritan yang didirikan tahun  1998 memberikan bantuan pembiayaan bagi pelayanan empat rumah sakit Katolik. Selain di Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit, Jakarta,
Yayasan Samaritan yang beralamat di Jalan K.H. Hasyim Ashari Nomor 23 Jakarta  Pusat ini memberikan bantuan bagi Rumah Sakit Hative, Passo, Ambon, Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke, dan Rumah Sakit Santo Rafael di Cancar, Ruteng, Flores.

Pastor Bertens mendirikan Yayasan Samaritan. Sampai sekarang, ikut juga aktif dalam mengelola yayasan dua orang perempuan yakni Lucia Sukiman dan Kristi Purwa.

Dalam memberikan  bantuan dana  bagi  rumah sakit  yang  sebagian  besar  berada diluar Jawa  menurut pastor  Bertens  cukup  besar jumlahnya  saat  menerima bantuan dana  sebesar  Rp 200 juta  dari PT Sidomuncul, Selasa  (23/7/2013) .

“ Setidaknya  setiap tahun ada sekitar  Rp 300 juta hingga Rp 350 juta  dana yang diperlukan untuk  membantu  pembiayaan pasien yang tidak mampu  melalui  empat rumah sakit  dliluar Jawa dan satu di Pluit Jakarta.

Sementara itu  kata Bertens  dalam  pengumpulan dana  pihak Yayasan memperoleh dana  bantuan dari  pihak donatur tetap dan tidak tetap, namun terkadang jumlah dana yang terkumpul  tidak sebanding  dengan jumlah dana yang dikeluarkan. “ Sehingga  sejauh ini pihak Yayasan masih tetap membutuhkan donatur-donatur  untuk  membantu pembiayaan pengobatan masyarakat tidak mampu.

Yayasan Samaritan berdiri saat kerusuhan sosial pada 1998 merebak di Jakarta. Kala itu, Rumah Sakit Atma Jaya mendapat banyak pasien korban  kerusuhan dari masyarakat kebanyakan. "Mereka tidak bisa membayar biaya rumah sakit,"kenang Yayasan Samaritan

Samaritan"memang diambil dari cerita Injil tentang orang Samaria. Orang Samaria justru menolong orang Yahudi yang tengah menderita. Sementara, sesama orang Yahudi yang kebetulan melewati korban yang tengah sekarat di perjalanan, justru sama sekali tak peduli. "Orang Samaria itu yang akhirnya menolong orang Yahudi dengan membawanya ke penginapan dan membiayai perawatan hingga sembuh,"tutur pastor asal Belanda yang bertugas di Indonesia sejak 1968 tersebut.

Editor: Budi Prasetyo
0 KOMENTAR
2070901 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas