• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Bagaimana Mengatasi Sakit Pada Bekas Perawatan Saluran Akar Gigi?

Jumat, 26 Juli 2013 10:47 WIB
Bagaimana Mengatasi Sakit Pada Bekas Perawatan Saluran Akar Gigi?
SERAMBI/BUDI FATRIA
Dokter Gigi Muda lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah memeriksa gigi pasien secara gratis dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012 di Gedung PDIA Banda Aceh, Kamis (18/10/2012). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Unilever Indonesia dengan Persatuan Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. SERAMBI/BUDI FATRIA

TRIBUNNEWS.COM - Tribunnews.com membuka kontak Konsultasi yang akan dijawab Drg Anastasia Ririen

Drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati, alumnus Fakultas Kedokteran gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, siap menjawab segala pertanyaan seputar kesehatan gigi dan mulut di rubrik konsultasi gigi dan mulut Tribunnews.com.

Selama ini, perempuan kelahiran tepian Danau Tage - Epouto (Enarotali, Paniai, Papua) ini bekerja di Permata Pamulang Hospital, dan praktek pribadi D-smile di wilayah Pondok Cabe, Selatan Jakarta.

Selain itu, juga aktif menulis di www.kompasiana.com/dokteranastasiaririen dan memberikan konsultasi soal kesehatan gigi dan mulut lewat media radio, serta mengisi rubrik konsultasi di Harian Tribun Kaltim.

Bagi pembaca Tribunnews.com yang ingin melakukan konsultasi masalah gigi dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com.
Semua jawaban akan ditayangkan di www.tribunnews.com.

Pertanyaan Pembaca

Saya Endit Triaji L., mahasiswa salah satu universitas di Makassar, berusia 21 tahun. Mengalami masalah pada gigi bekas perawatan saluran akar gigi.

Jadi gini, Dok..  kronologinya:  awalnya, gigi geraham kedua kanan rahang bawah saya berlubang selama bertahun-tahun. Lalu, lubang semakin besar.

Dulu, rasa nyeri yang saya rasakan hanya apabila saya berkumur-kumur ataukan meminum minuman yang dingin saja. Tapi belakangan ini rasa sakit/nyerinya terjadi di setiap saat. Jadi saya memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter gigi. Dengan harapan gigi saya masih bisa ditambal.

Tapi, setelah dokter memeriksanya ternyata gigi saya sudah mati dan tidak dapat ditambal lagi. Dokternya memberi saya dua pilihan:
1. Apakah gigi saya mau dipertahankan dan mengembalikan fungsinya dengan melakukan perawatan saluran akar gigi, ataukah:
2. Gigi saya dicabut.

Saya memilih untuk melalukan perawatan saluran akar gigi tersebut. Dokternya mengatakan bahwa jika ingin tetap mempertahankan gigi ini harus memiliki komitmen yang kuat karena tidak sekali dua kali saja datang berobat lantas gigi saya ini bisa sembuh. Tapi bisa membutuhkan berkali-kali kunjungan. Tergantung keparahan/kerusakan giginya.

Dan, saya adalah pasien yang wajib datang berulang-ulang, mengingat kata dokter gigi saya sudah mati dan terjadi infeksi pada saraf dan pulpa sehingga terjadi peradangan. Dokterpun menyuruh saya melakukan foto gigi dan menambal sementara gigi saya tersebut.

Karena saya tidak tahu sama sekali dengan  perawatan saluran akar gigi ini, maka saya memutuskan untuk mencari informasi tambahan. Setelah saya googling, ternyata terapi ini biasa dilakukan untuk mereka yang tidak ingin ompong di usia dini. Dan dari hasil googling inilah semua pertanyaan saya terhadap RCT terjawab. Dari bagaimana prosedur RCT ini, manfaatnya, serta dampak yang dihasilkan nantinya. Maklum informasi yang dokter saya berikan sangat minim, Dok..

Singkat cerita, setelah kuranglebih 8 kali kunjungan, akhirnya gigi saya dinyatan siap untuk dimasukkan bahan yang akan mengisi saluran akar tersebut. Tapi sebelum ditambal permanen, saya di suruh datang seminggu kemudian untuk mengetahui apakah masih ada keluhan atau tidak terhadap gigi saya ini. Dan seminggu kemudian alhamdulillah saya sama sekali tidak mengalami keluhan. Jadi gigi saya siap di tambal permanen.

Saya pikir saya sudah terbebas dari problem ini. Masalahnya, belum cukup seminggu gigi bekas RCT tersebut kembali mengalami sakit ketika bertemu dengan sesuatu  baik itu ketika berbenturan dengan gigi atas saya ataupun dengan makanan.

Untungnya sekarang bulan puasa. Jadi saya kurang menggunakannya untuk makan. Kejadian ini terjadi setelah  4 hari pasca selesai RCT tersebut. Awalnya dokter bilang gigi saya ini untuk sementara jangan dipakai untuk makan dulu. Dan saya mengikuti saran tersebut. Tapi setelah kemarin tanggal 18 juli 2013, saya kembali merasakan sakit, Dok..  tambah lama rasa sakitnya semakin tajam dan panjang.  

Awalnya terjadi ketika gigi saya ini bertemu dengan gigi atasnya ataupun saat terkena makanan. Namun sekarang dalam kondisi biasa pun gigi bekas RCT ini terasa sakit, Dok..

Kalau boleh tanya apakah hal ini merupakan sesuatu yang wajar? Karena rasa sakitnya justru terasa 4 hari setelah RCT tersebut.

Oh, iya Dok. sekarang gusi di gigi saya ini sudah mulai bengkak. Dan terdapat karies di sekitar gigi saya ini dan di gigi samping lainnya.

Demikian informasi yang bisa saya berikan, semoga saya bisa mendapat jawaban dari Bu Dokter.
Terimakasih. (Endit Triaji L.)

Jawaban:
Dear Kak Endit, terimakasih atas pertanyaan serta detail kronologis yang disampaikan kepada saya secara runtut.

Bila penyebab utamanya bukan dari kasus baru yang menimpa gigi-gigi tetangganya (yang Kakak sebut juga sedang berlubang akibat karies tersebut) saat ini, dan murni bermuasal dari sang gigi geraham kedua kanan rahang bawah Kakak pasca upaya perawatan saluran akar (RCT/Root Canal Treatment) 8 kali kunjungan oleh dokter gigi pilihan Kakak tersebut, maka saya menduga telah munculnya kasus radang berulang dan atau baru pada gigi Kakak tersebut.

Bila itu murni dari aktivitas bakteri dalam gigi tersebut, maka ada kemungkinan telah berkembangnya bakteri jenis tertentu, di sana. Baik akibat belum sterilnya gigi sebelum diisi, maupun akibat telah terjadinya kejadian invasi baru bakteri lain ke area ujung akar, oleh satu dan lain sebab.

Pertanyaan saya: di manakah Kakak melakukan perawatan? ..di praktek pribadi sang dokter gigi, di klinik ataukah hospital? Oleh seorang dokter gigi ahli terkait (Endodontist) atau bukankah gigi Kakak tersebut dirawat? Idealnya, gigi Kakak tersebut dirawat oleh dokter gigi  yang telah memiliki kompeten jenis perawatan terkait, ataupun langsung ke dokter gigi ahli terkait (Endodontist), Kak..

Kedua, sebelum melakukan tahap perawatan saluran akar sang gigi berlubang besar, apakah Kakak menerima perawatan pembersihan karang seluruh gigi-geligi hingga tuntas? Hal ini sangat penting. Dapat mengontrol perkembangan bakteri penyebab infeksi dalam rongga mulut secara menyeluruh, Kak..

Ketiga, bagaimanakah detail perawatan yang telah Kakak terima selama 8 kali kunjungan tersebut, Kak? Apakah Kakak masih mengingat detail per kunjungannya? Jenis peralatan apa sajakah yang telah digunakan, serta bahan apa sajakah yang telah diaplikasikan selama perawatan, serta apa saja yang diaplikasikan terakhir sebelum lubang gigi kembali ditutup dengan bahan tambalan sementara?

Termasuk, macam obat dan vitamin apa sajakah yang mungkin telah diresepkan sang dokter? Dan, reaksi apakah yang telah Kakak alami setelahnya? Termasuk. berapa waktu sela waktu antar perawatannya?

Karena dugaan saya, kasus perawatan saluran akar 8 kali kunjungan tersebut tentulah dilakukan atas dasar pertimbangan tertentu oleh sang dokter gigi atas kasus yang sedang dihadapi. Insya Allah.sang dokter telah berupaya melakukan perawatan terbaik bagi Kakak, sejauh kemampuan dokter, serta ketersediaan peralatan dan bahan yang ada. Karena faktanya, sensitivitas bakteri yang sedang berkembang dalam kavitas lubang gigi yang dalam, serta reaksi tubuh terhadap suatu pengobatan tertentu memang bervariasi dan sangat bersifat individual, Kak..

Itulah mengapa dalam dunia medis, baik Medis Barat maupun Timur, dikatakan bahwa upaya pengobatan merupakan sebuah seni. Yang didasari oleh standard keilmuan tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan ketiga saya, apakah sang dokter selalu menjelaskan setiap tahapan yang dilakukan.. serta mengapa prosesnya masih terus berulang? Mohon informasinya.

Besar dugaan saya, munculnya reaksi sakit dengan intensitas meningkat yang dikeluhkan oleh Kakak tersebut bukan menunjukkan perkembangan idealnya, Kakak.. itulah mengapa saran terbaik saya, segeralah mencari dokter gigi ahli terkait: seorang Endodontist pilihan Kakak di kota Kakak, yea Kak.. Sebelumnya, silakan mencari informasi terlebih dahulu. Karena kondisi yang Kakak alami membutuhkan penanganan segera oleh dokter gigi berkompeten agar tidak terlanjur makin parah.

Saran kedua saya, segeralah merawatkan semua kasus anomali pada gigi-geligi lainnya juga, yea Kak. agar kejadian infeksi berlanjut seperti yang telah dialami tidak kembali berulang pada gigi lain di kemudian hari.

Demikianlah, Kak. semoga apa yang dikeluhkan segera dapat ditindaklanjuti dengan tepat. Salam sehat, yach..

Editor: Anita K Wardhani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
2081361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • brenda-Sabtu, 10 Agustus 2013 Laporkan
    Saya brenda , usia saya 19, masalah perawatan saluran akar tidak tuntas..

    Gini dok, saya sudah melakukan perawatan 2kali di 1 gigi depan saya.
    Pada kunjungan ke1 hanya dibersihkan saja dan diberi obat dan ditambal sementara saja

    Pada kunjungan ke2 pera
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas