Penderita Thalassemia Hidup Normal Berkat Musik

Bunga Dea Regina (19), salah seorang penderita thalassemia mempunyai kiat sendiri agar bisa hidup normal.

Penderita Thalassemia Hidup Normal Berkat Musik
ist
Dea Regina Penderita Thalassemia

Laporan Tribun Jateng, Galih Pujo Asmoro

TRIBUNNEWS.COM -  Bunga Dea Regina (19), salah seorang penderita thalassemia mempunyai kiat sendiri agar bisa hidup normal. Salah satunya adalah berkecimpung di dunia musik.

Pliss pliss plis maafin aku.. Plis jangan marah padaku... Pliss dengarkan aku dulu... Ku tak bermaksud menyakitimu ...

Demikian lirik lagu "Pliss" disenandungkan dengan merdu oleh Bunga Dea Regina. Sejak masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), mahasiswi semester 3 Unika Soegijapranata itu menjadi anak band. Saat ini, bersama Reza, Hapsara, dan David, ia tergabung dalam Assatu Band.

Ketika berjumpa dengan Tribun Jateng, Jumat (8/8) lalu, tidak ada yang aneh dengan gadis berambut lurus ini. Namun, usai menyanyikan lagu yang sedianya menjadi single Assatu tersebut, Dea mengungkapkan hal mengejutkan. Ia mengidap thalassemia.

Thalassemia adalah kelainan darah dimana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb). Penderita thalassemia tidak mampu memroduksi Hb dalam jumlah cukup sehingga sel darah merahnya tidak terbentuk sempurna. Akibatnya Hb tidak dapat mengangkut oksigen dengan jumlah sempurna. Hal itu berujung dengan anemia yang dimulai sejak usia anak-anak hingga sepanjang hidupnya.

"Karena thalassemia, saya tiga kali hampir lumpuh," kata gadis kelahiran 9 Juli 1995 tersebut.
Kali pertama Dea mendapat serangan dan tahu mengidap thalassemia, ketika kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Kemudian disusul saat ia kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan terakhir ketika menginjak semester 1 di perguruan tinggi.

Setiap mendapat serangan, Dea merasa tubuhnya di bawah panggul mati rasa. Bahkan ketika kali kedua, ia butuh berbulan-bulan untuk bisa pulih."Saat Ujian Nasional, saya harus digendong. Lokasi ujian di lantai 3. Serangan biasanya berawal dari kelelahan," sambung lulusan SMA Virgo Fidelis, Bawen tersebut.

Diceritakannya, dua kali serangan terakhir didapatnya justru seusai pentas. Sebelum pentas, Dea harus berlatih keras. Pun saat di panggung. Lantaran begitu bersemangatnya, Dea terkadang lupa dengan thalassemia yang diidapnya.

Namun thalassemia tidak membuat anak kedua dari tiga bersaudara tersebut menyerah. Dea mengaku selalu merindukan suasana panggung dan teriakan penonton. Hal itulah yang membuatnya tak bisa meninggalkan dunia musik.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved