Darah Rendah Saat Hamil Berbahaya Jika Disertai Gejala Ini

Anda sedang hamil dan kerap pusing dan lemas? Itu tandanya tensi rendah saat hamil.

Darah Rendah Saat Hamil Berbahaya Jika Disertai Gejala Ini
net

TRIBUNNEWS.COM - Anda sedang hamil dan kerap pusing dan lemas? Itu tandanya tensi rendah saat hamil.

Ya, pada trimester 2 kehamilan, secara alamiah mamil mengalami hipotensi, yaitu penurunan tekanan darah karena perubahan hormonal dan sirkulasi darah selama kehamilan.

Tekanan darah menurun karena terjadi peningkatan volume darah dalam sirkulasi dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Selain itu, seiring membesarnya rahim juga membuat tekanan pada pembuluh darah semakin besar.

Hipotensi atau tekanan rendah rendah saat hamil dapat bertahan hingga akhir kehamilan dan akan kembali menjadi normal pascapersalinan. Akan tetapi, ibu hamil tak perlu khawatir karena umumnya tak membahayakan Mama dan janin. Hal ini normal terjadi dan memang tak bisa dihindari.

Batasan tekanan darah normal adalah tidak kurang dari 90/60 mHg dan tidak lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Nah, saat hamil, umumnya terjadi penurunan tekanan darah diastolik (bilangan bawah) lebih banyak dibandingkan sistolik (bilangan atas), yaitu sistolik sebesar 5—10 mmHg sedangkan diastolik bisa mencapai 15 mmHg.

Umumnya, hipotensi pada ibu hamil hanya menimbulkan gejala ringan, seperti pusing, sakit kepala, mata berkunang-kunang, mual, muntah, badan lemas, atau terasa ingin pingsan, dan keluar keringat dingin. Hal ini terutama dirasakan pada saat perubahan posisi berdiri secara cepat dari posisi duduk atau tidur.

Meski hipotensi bukanlah penyakit karena termasuk normal terjadi dalam masa kehamilan, namun kehati-hatian tetap diperlukan. Pasalnya, hipotensi dapat berbahaya jika menyebabkan gejala berat, seperti: perdarahan, nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, dan kelemahan pada salah satu bagian sisi tubuh. Pada kasus-kasus tersebut, dapat menyebabkan kerusakan seluruh organ tubuh, mulai ginjal, liver, jantung, dan lainnya.

Tentu mencegah jauh lebih baik. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan jadwal kunjungan rutin ke dokter guna memeriksakan kehamilan. Pasalnya, saat kunjungan antenatal itu, tekanan darah mamil akan diukur sehingga bisa diketahui ada-tidaknya masalah pada tekanan darah.

Jadi, meski hipotensi saat hamil adalah normal, namun tetap harus dipastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tidak terganggu dengan terjadinya hipotensi.

Waspadai bila gejala yang dirasakan memberat, berlebihan, atau disertai gejala lain, seperti: perdarahan, nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, dan kelemahan salah satu bagian sisi tubuh. Segera datangi petugas kesehatan ya,bu.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved