Tak Disangka, Ternyata Kebiasaan Menggemaskan Ini Gejala Penyakit Genetik Langka

Kebiasaan yang dianggap “menggemaskan” dari bayi laki-lakinya ternyata merupakan gejala dari kondisi serius.

Tak Disangka, Ternyata Kebiasaan Menggemaskan Ini Gejala Penyakit Genetik Langka
nakita
Bayi Laki-laki Ini Memiliki Kondisi Genetik Langka dengan Kebiasaannya Menjentikkan Lidah 

TRIBUNNEWS.COM - Kedua orangtua baru telah mengungkapkan perasaan hancur dan kesedihannya setelah mengetahui bahwa kebiasaan yang dianggap “menggemaskan” dari bayi laki-lakinya ternyata merupakan gejala dari kondisi serius.

Tyler James Hadley yang berasal dari Portsmouth, baru berusia lima bulan ketika orangtuanya Lisa Money dan Louis Hadley bergegas membawanya ke rumah sakit setelah tersedak obat Calpol yang telah mereka berikan karena mencurigai bayinya sakit gigi.

Pada titik ini, pasangan itu sudah menyadari bahwa Tyler tidak berkembang pada tingkat yang seharusnya, dan telah memanggil dokter keluarga selama seminggu setelah mengunjungi rumah sakit darurat.

“Bayi teman-teman kami yang usianya yang sama dengan Tyler telah melakukan hal-hal seperti bergerak dan mencoba untuk berguling, tapi Tyler tidak seperti itu,” ungkap sang ayah Louis menjelaskan kepada Mirror.

Salah satu sifat tertentu yang Tyler kembangkan di bulan pertama adalah “menjentikkan” lidahnya masuk dan keluar. Saat pertama kali melihat kebiasaan itu, kedua orang tuanya hanya menganggapnya “cukup lucu” dan bukanlah hal yang perlu dicemaskan.

“Kami tidak membayangkan bahwa ada sesuatu yang salah,” tambah Louis.

Tyler juga susah payah menelan dan berjuang untuk menegakkan badannya, yang jika digabungkan dengan kebiasaannya menjentikkan lidah membuat para dokter cemas.

Setelah menyelidiki lebih lanjut, para dokter mendiagnosis Tyler dengan kondisi genetik langka SMA, yang berarti otot-ototnya sangat lemah.

Kondisi ini mempengaruhi sel syaraf motorik di sumsum tulang belakang, memutus pesan untuk menggerakkan otot, yang pada akhirnya mulai menyusut karena jarang digunakan.

Tyler didiagnosis dengan tipe 1, bentuk yang paling parah, dan kemungkinan tidak akan lama bertahan hidup. “Kami belum pernah mendengar tentang hal itu, dan tidak tahu apa itu,” kata ayah Tyler bingung.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help