Tiga Metode Menghitung Tanggal Kelahiran Bayi

Pada masa kehamilan ideal suplai darah dari ibu ke janin relatif masih cukup baik, untuk menjamin keberlangsungan hidup janin dalam kandungan.

Tiga Metode Menghitung Tanggal Kelahiran Bayi
NOVA
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengetahui perkiraan tanggal kelahiran bayi kita selain bertujuan agar orang tua siap secara psikis maupun materi, juga untuk meminimalisasi risiko terjadinya gawat janin akibat keracunan ketuban, yang biasa terjadi pada kelahiran lewat bulan.

"Normalnya, kehamilan itu berlangsung antara 37 sampai 42 minggu. Ini adalah angka ideal untuk memperkirakan kesejahteraan janin di dalam kandungan sang ibu," ungkap dr Budi Wiweko SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Pada masa kehamilan ideal tadi, diperkirakan suplai darah dari ibu ke janin relatif masih cukup baik, untuk menjamin keberlangsungan hidup janin dalam kandungan.

Jika telah lewat dari 40 minggu, risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah ke janin, air ketuban kurang, serta suplai makanan dan oksigen ke janin berkurang, juga semakin besar.

Hal ini akan membuat janin berisiko mengalami stres, BAB sebelum waktunya, air ketuban menjadi keruh, dan risiko janin menghirup air ketuban keruh yang bisa menyumbat paru-parunya.

Selain itu, aliran darah juga bisa menjadi tidak lancar karena fungsi plasenta yang semakin menurun sehingga janin berisiko mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), sampai terjadi gawat janin.

Karena berkaitan langsung dengan risiko kesehatan yang bisa menimpa janin, sebaiknya para calon orangtua, khususnya ibu, perlu mengetahui perkiraan lahir sang buah hatinya.

Untuk memperkirakan waktu kelahiran bayi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut.

1. Menghitung Haid Terakhir

Caranya, pertama-tama yaitu dengan menambahkan 7 angka dari tanggal hari pertama haid terakhir.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tabloidnova.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help