Bagaimana Mengendalikan Kolesterol untuk Cegah Serangan Jantung dan Stroke?

Jika dalam pemeriksaan diketahui kolesterol kita dalam batas normal, yaitu misalnya pada angka 180, namun harus diwaspadai

Bagaimana Mengendalikan Kolesterol untuk Cegah Serangan Jantung dan Stroke?
Shutterstock
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Di abad milenium saat ini, serangan jantung atau penyakit stroke yang diakibatkan oleh tingginya kandungan kolesterol LDL ( Low Densisty Lipoprotein), tidak saja dimonopoli oleh masyarakat usia senja.

Kini para profesional muda pun rentan mengidap stroke atau serangan jantung hingga menyebabkan kematian.

Baca: Bagaimana para bocah transgender bersiap menghadapi pubertas

Deteksi dini melalui skema mencatat kadar kolesterol setelah melakukan general check up atau rutin memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh dinilai langkah utama guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Pentingnya mencatat kadar kolesterol tubuh setiap tiga hingga enam bulan disampaikan Dr. Emanoel Oepangat, MD, FIHA., Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Siloam TB Simatupang dalam Seminar 'Gaya Hidup Bebas Kolesterol dan Penyakit Jantung" yang diadakan oleh RS Siloam TB Simatupang Jakarta Selatan.

"Mencatat dan menyimpan hasil pemeriksaan kadar kolesterol yang kita miliki itu penting sekali," katanya.

Pertama, berfungsi sebagai deteksi dini.

Kedua, sebagai acuan bagaimana kita merencanakan melakukan pola hidup sehat dengan gizi seimbang.

Jika dalam pemeriksaan diketahui kolesterol kita dalam batas normal, yaitu misalnya pada angka 180, namun harus diwaspadai jika LDL nya pada nilai 160 karena merupakan  batas risiko terkena stroke atau serangan jantung.

"Karenanya, saya tegaskan, catat hasil pemeriksaan kadar kolesterol agar kita bisa merancang pola gizi seimbang. Saat ini melalui gaya hidup tidak teratur, generasi muda lebih dominan terkena stroke atau penyakit jantung, " papar Emanoel.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help