Gizi Buruk Berisiko Anak Jadi Pendek dan Berpotensi Terkena Penyakit Tak Menular

"Energi ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan protein baru, asam nukleat, DNA, dan lain-lain,” kata Ahmad.

Gizi Buruk Berisiko Anak Jadi Pendek dan Berpotensi Terkena Penyakit Tak Menular
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Rollin (16) cuma bisa berbaring diatas tempat tidurnya selama sekitar enam tahun, lantaran menderita gizi buruk. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai persoalan gizi merupakan permasalahan nasional yang hanya dapat ditangani melalui kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko mengatakan, beban gizi ganda merupakan tantangan bagi sumber daya manusia Indonesia.

Hal tersebut dapat muncul di berbagai tahapan siklus kehidupan dan sangat berpengaruh kepada daya saing manusia.

Dia menjelaskan, dampak permasalahan gizi yang muncul pada usia dini tidak terbatas hanya pada status gizi anak pada saat itu saja, misalnya anak berbadan pendek, anak yang kegemukan atau anak dengan status gizi buruk.

Dampak-dampak tersebut kemudian akan berkaitan dengan risiko rendahnya kecerdasan dan risiko potensi penyakit tidak menular ketika anak berada pada usia dewasa.

“Untuk itu keberadaan sumber pangan dan nutrisi yang terjangkau akan sangat membantu masyarakat meningkatkan kualitas gizi mereka,” kata Subandi di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Baca: Polisi Gelar Otopsi, Pastikan Penyebab Kematian MA, Terduga Pencuri Amplifier Musala

Subandi mengatakan, ketersediaan produk-produk pangan bernutrisi baik dengan harga terjangkau akan sangat membantu sebagian besar masyarakat di tengah daya beli yang terbatas, dimana perbaikan gizi masyarakat melalui asupan nutrisi yang terjangkau dipercaya akan efektif meningkatkan sekaligus mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia yang baru saja memasuki kategori Tinggi.

Pada April 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis IPM Indonesia tahun 2016 sebesar 70,18 atau naik 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help