Berkaca pada Kasus Annisa, Ini Cara Tanggulangi Kasus Tersedak Jarum Pentul

Gadis 14 tahun itu secara tak sengaja menelan jarum pentul ketika hendak membetulkan jilbab. Kejadian itu terjadi pada Senin

Berkaca pada Kasus Annisa, Ini Cara Tanggulangi Kasus  Tersedak Jarum Pentul
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI (Kiri-Kanan) Ibunda Anisa Salim, Siti Jahroh, Dokter Spesialis THT Agung Dinasti Permana, dan Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Nucki Nurjamsi Hidajat saat memberikan keterangan kepada media terkait kondisi dan rencana tindakan medis terhadap Anisa Salim (14), gadis asal Sumedang yang tersedak jarum pentul, di RSHS Bandung, Selasa (3/10/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang siswa kelas III SMPN 1 Rancakalong, Kabupaten Sumedang, bernama Anisa Salim harus mendapat perawatan intensif.

Gadis 14 tahun itu secara tak sengaja menelan jarum pentul ketika hendak membetulkan jilbab. Kejadian itu terjadi pada Senin (18/9) lalu.

Hingga kini, jarum itu masih tertahan di rongga pernapasan Anisa yang masih tergolek di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk menunggu operasi.

Baca: Paksa Pemilik Kendaraan Bayar Pajak, Petugas Siapkan ATM DKI di Lokasi Razia

Kasus yang terjadi pada Anisa bisa terjadi siapa saja, termasuk kita. Tak hanya jarum, dalam beberapa kasus ada pula yang tersedak gigi palsu, staples, juga duri ikan.

Menuru dr. Wahju Aniwidyaningsih, MD, PhD, Head – Division of Interventional Pulmonology and Respiratory Critical Care di RS Persahabatan, dalam dunia medis, seperti pernah ditulis oleh Intisari, benda asing yang tersedak di saluran pernapasan dapat membahayakan setiap orang.

Benda dengan ukuran besar dapat menyumbat daerah pita suara (laring) yang mengakibatkan kita kesulitan untuk bernapas.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi ini juga bisa terjadi pada benda asing yang berukuran kecil.

Contohnya, bila tersedak jarum pentul yang biasanya terjadi pada wanita berhijab. Jika orang yang tersedak jarum pentul itu kesulitan untuk bernapas, kita dapat menolongnya dengan menggunakan manuver heimlich.

Caranya, dengan memosisikan korban secara berdiri atau duduk, lalu berdirilah di belakangnya. Setelah itu beri dorongan (pukul) pada bagian punggung korban dengan dasar telapak tangan kita.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help