Angka 'Stunting' Pada Balita Turun Berkat Program Intervensi Pemerintah

Penurunan angka balita stunting di Indonesia merupakan hasil kontribusi dari dua program intervensi yang dilakukan oleh pemerintah

Angka 'Stunting' Pada Balita Turun Berkat Program Intervensi Pemerintah
tribunjogja/padhangpranoto
Kegiatan yang ada di Pos Paud Desa Pandes. Tempat ini menjadi satu dengan balai desa dan Baby Cafe, yang tujuannya membuat tumbuh kembang bayi menjadi terhindar dari stunting. Selasa (16/2/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ​Pemerintah berhasil menurunkan angka balita yang terjangkit stunting atau kekurangan gizi kronis.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka balita stunting di Indonesia berhasil diturunkan dari 29 persen di tahun 2015 menjadi 27,5 persen di tahun 2016.

​Penurunan angka balita stunting di Indonesia merupakan hasil kontribusi dari dua program intervensi yang dilakukan oleh pemerintah.

Program pertama adalah pemberian beras sejahtera (rastra).

Program rastra ditujukan untuk memenuhi kecukupan kalori.

Setiap keluarga penerima manfaat diberikan jatah 15 kg beras.

Kedua adalah Program Keluarga Harapan (PKH).

Di dalam program ini, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar 1,89 juta per tahun.

Melalui kedua program intervensi pemerintah ini, angka balita stunting diharapkan dapat diturunkan kembali.

Kasus stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah.

Stunting merupakan gejala kekurangan gizi yang ditandai tinggi badan yang rendah dibanding anak yang seusia.

Seorang anak dinyatakan stunting apabila tinggi badan yang dimiliki berada di bawah dua kali standar deviasi.

Halaman
12
Editor: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help