Kriteria Dokter yang Tepat untuk Pasien Kanker Menurut Ahli

Dalam mencari dokter yang tepat untuk menangani penderita kanker, ada kriteria-kriteria tertentu yang harus diperhatikan.

Kriteria Dokter yang Tepat untuk Pasien Kanker Menurut Ahli
Tribunnews.com / Ruth Vania
(Ki-Ka) Suyono, anak Djap Kie Nam; Djap Kie Nam, penyintas kanker; Dr. Ang Peng Tiam, dokter PCC; Gerard Wong, pakar nutrisi senior PCC. (HO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam mencari dokter yang tepat untuk menangani penderita kanker, ada kriteria-kriteria tertentu yang harus diperhatikan.

Menurut Dr Ang Peng Tiam, mencari dokter dan penanganan medis yang bagus termasuk menjadi kunci penting dalam pengobatan kanker.

Namun, sebagus apapun dokter dan penanganan medis yang ditawarkan, tidak akan ada pengaruhnya jika pasien tidak merasa cocok dengan dokter dan penanganan medis tersebut.

Baca: Tower Komunikasi Tak Berizin di DKI Jakarta Akan Dibongkar

"Yang penting adalah kesesuaian dan kecocokan pasien dengan dokternya. Sebab jika cocok, pasien langsung mau saja mengikuti sarannya," kata Dr Ang seorang dokter kanker dari Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, ketika ditemui di Setiabudi, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Dr Ang mengatakan, penting bagi dokter yang menangani pasien kanker untuk bisa memastikan apakah pasien tersebut benar-benar menderita kanker dan tidak.

Jika orang tersebut benar menderita kanker, dokter yang menangani harus dapat terus memandu pasiennya selama pengobatan dilakukan.

"Kalau saya, jika bertemu dengan seorang pasien, saya akan menanganinya layaknya saya menangani keluarga saya sendiri," jelas Dr Ang.

Artinya, sang dokter harus benar-benar tahu pengobatan seperti apa yang cocok dan terbaik untuk dilakukan terhadap pasiennya, sehingga tidak asal dalam menentukan langkah pengobatan.

Baca: Dua Orang Pencari Kerang Hilang di Danau Situ Sari Cileungsi

Selain itu, dokter yang menangani pasien kanker juga harus memastikan apakah ada trust (kepercayaan) antara dirinya dengan pasiennya.

"Sebab jika sudah ada kepercayaan, artinya pasien percaya bahwa dokter sudah melakukan yang terbaik," kata Dr Ang lagi.

Dr Ang menambahkan, sebenarnya penilaian dokter bagus atau buruk itu bergantung pada kecocokan sang dokter dengan pasien, yaitu bagaimana keduanya dapat menjalin relasi dan kepercayaan.

"Jadi, dokter tidak boleh bohong pada pasien soal diagnosanya. Jika memang sudah parah, harus dikatakan demikian, tapi sekaligus harus memberikan harapan," tuturnya.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help