Musim Penghujan Tiba, Waspadai Penyakit Demam Berdarah dan Leptospirosis

Masyarakat diminta mewaspadai beberapa penyakit yang sering muncul di musim penghujan. Satu di antaranya adalah demam berdarah dengue (DBD).

Musim Penghujan Tiba, Waspadai Penyakit Demam Berdarah dan Leptospirosis
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Bocah pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar, menghindari asap (fogging) di lokasi penampungan Imigrasi kelas I khusus Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/9/2017). Fogging tersebut dilakukan guna mencegah wabah penyakit demam berdarah yang sering muncul pada musim hujan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Masyarakat diminta mewaspadai beberapa penyakit yang sering muncul di musim penghujan. Satu di antaranya adalah demam berdarah dengue (DBD).

Air yang tergenang merupakan tempat berkembang biaknya larva jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Gejala awal DBD mirip atau bahkan sama dengan demam dengue.

Namun ketika demam pada hari ke empat, penderita DBD akan mengalami tanda-tanda pendarahan dan kebocoran plasma yang bahkan bisa masuk dalam fase kritis.

Baca: Mungkinkan Status Tersangka Baru Setya Novanto Mendamaikan KPK dan Polri?

Ciri-ciri dan gejala demam berdarah dengue (DBD) yang muncul adalah demam mendadak tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata, nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi, mual atau muntah, ruam Kemerahan pada kulit, ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman.

Sedangkan ciri-ciri perdarahan dan kebocoran plasma yang mengindikasikan adanya DBD adalah perdarahan dari hidung, mulut dan gusi atau memar kulit, nyeri parah dan terus menerus pada perut, sering muntah dengan atau tanpa darah, buang air besar warna hitam, haus berlebihan, pucat, kulit teraba dingin, gelisah, atau mengantuk dan sesak nafas.

Penyakit lainnya yang perlu diwaspadai apabila musim penghujan datang adalah leptospirosis.

Baca: Donald Trump Duduk Berdampingan dengan Iriana Jokowi saat Gala Dinner KTT APEC

"Leptospira itu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bisa menyebabkan kondisi berat infeksi disertai dengan kelainan," tutur dr Ida Safitri Laksanawati SpA(K) kepada Tribun Jogja, Jumat (10/11/2017).

Gejala-gejala yang muncul akibat leptospira yaitu mual, munyah, meriang, sakit kelala, nyeri otot, sakit perut, diare, demam tinggi, iritasi di area mata, batuk dan kehilangan nafsu makan.

Selain itu ia juga mengimbau untuk berhati-hati terhadap sumber air yang kurang baik.

Baca: Petinggi Golkar Sambangi Kediamannya saat Setya Novanto Dikabarkan ke Klinik Lagi

"Penyakit diare bisa muncul selama musim penghujan kalau sumber air yang dipakai untuk beraktivitas dalam kondisi yang tidak baik," imbuhnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help