Kebanyakan Lari Ternyata Tidak Disarankan, Ini Alasannya

Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup.

Kebanyakan Lari Ternyata Tidak Disarankan, Ini Alasannya
Alex Suban/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup. Dalam beberapa acara, Anda bahkan juga bisa menyumbang sambil berlari.

Namun, apakah berlari memiliki peran positif terhadap peningkatan kebugaran tubuh?

Baca: Komandan Kodim yang Tempeleng Kepala Desa di Rembang Akhirnya Dicopot

Ahli nutrisi dr Samuel Oetoro mengatakan, berlari dapat memberikan dampak buruk bagi kondisi tubuh bila dilakukan secara berlebihan.

Oetoro menuturkan, tubuh memiliki atom dan bersifat reaktif. Atom terdiri dari inti atom dan elektron, sedangkan elektron tersusun dari atom positif dan negatif.

Baca: Viral! Dokter Ini Tak Menyerah Selamatkan Pasiennya, Lakukan Pompa Dada 15 Ribu Kali, Akhirnya . .

Kehilangan salah satunya, baik negatif atau positif, akan mengubah elektron menjadi radikal bebas.

Elektron yang kehilangan pasangannya ini kemudian akan mengambil bagian atom lain dari sel sehat.

Dalam aktivitas yang berlebihan, peristiwa ini terjadi secara berantai dan berpotensi merusak tubuh.

“Itu terjadi kalau aktivitas berlebihan dan intensitas tinggi seperti olahraga lari. Makanya banyak sekarang atlet sepak bola meninggal di lapangan karena radikal bebasnya tidak ditangkal dengan antioksidan. Padahal, atlet latihannya sudah berlebihan,” kata Oetoro dalam acara “Hidup Sehat dengan Diabetes” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help