Rendahnya Cakupan Imunisasi DPT Picu Munculnya KLB Difteri

Dalam pelayanan kesehatan, sejatinya upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) harus seimbang.

Rendahnya Cakupan Imunisasi DPT Picu Munculnya KLB Difteri
WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Ichsan
Mengantisipasi merebaknya penyebaran penyakit difteri, yang telah banyak meminta korban jiwa seperti yang terjadi di Surabaya dan Tangerang, Puskesmas Kecamatan Tambora bersama kader posyandu Kelurahan Duri Selatan, menggelar imunisasi difteri masal di wilayah itu, Rabu (13/12/2017). WARTA KOTA/Nur Ichsan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Difteri, penyakit yang sudah lama tidak pernah terdengar namanya kini hadir kembali.

Kementerian Kesehatan bahkan menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa dan 20 provinsi telah melaporkan adanya difteri.

Pegiat Centre for Health Economics and Policy Studies (CHEPS), School of Public Health Universitas Indonesia, Budi Hidayat menyatakan, kejadian ini buah dari marginalisasi upaya kesehatan masyarakat karena rendahnya cakupan imunisasi DPT.

Dalam pelayanan kesehatan, sejatinya upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) harus seimbang.

"Namun kini, di era JKN, dirasakan pelayanan kesehatan perorangan lebih mendominasi dibandingkan pelayanan kesehatan masyarakat," kata Budi di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Baca: Wabah Difteri Diduga Bikin Orang Enggan Pakai Terompet

Dukungan secara eksplisit pada UKP lambat laun menyebabkan pengambil kebijakan kian fokus pada UKP dan seakan meng-anak-tiri-kan UKM. Terdapat penurunan kinerja UKM sejak lahirnya JKN.

Studi CHEPS UI berdasarkan Susenas 2013 dan 2015 menunjukkan adanya penurunan cakupan imunisasi dan ASI eksklusif masing-masing sebesar 14% dan 63% sebelum dan sesudah adanya JKN.

Permasalahan UKM sejatinya sangat kompleks mulai dari pendanaan yang sangat kecil, terkendalanya pemanfaatan dana serta berbagai isu operasional di puskesmas.

Secara praktis, contoh pada kasus dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) terjadi peningkatan pendanaan secara konsisten dari tahun 2013 hingga 2015 namun penyerapan dana nya justru cenderung menurun.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help