Pemerhati Kesehatan: Bahaya Vape 95 Persen Lebih Rendah dari Rokok Biasa

Risiko bahaya yang ditimbulkan oleh rokok elektrik ternyata 95 persen lebih rendah daripada yang ditimbulkan rokok biasa.

Pemerhati Kesehatan: Bahaya Vape 95 Persen Lebih Rendah dari Rokok Biasa
Tribunnews.com / Ruth Vania
Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YPKP Indonesia), drg Amaliya. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Risiko bahaya yang ditimbulkan oleh rokok elektrik ternyata 95 persen lebih rendah daripada yang ditimbulkan rokok biasa.

Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YPKP Indonesia), drg Amaliya, mengatakan bahwa penggunaan vape tengah menjadi sebuah polemik di Indonesia, dikarenakan kurangnya penelitian soal itu di tanah air.

Masyarakat belum paham bahwa rokok elektrik pada intinya adalah bagian dari strategi ‘harm reduction’ (pengurangan bahaya) dampak rokok konvensional.

Baca: Gagahnya Bamsoet Muda Di Depan VW Kodok Miliknya Seharga Rp 600 Ribu, Ini Fotonya

“Rokok jika dibakar akan menghasilkan tar. Sama seperti hasil bakaran arang atau knalpot. Hasilnya 40 ribu zat racun pemicu kanker,” jelas Amaliya, Sabtu (27/1/2018), di Jakarta.

“Kalau vape itu produk (tembakau) yang diuapkan atau dipanaskan, hasilnya uap. Sama seperti hasil rebusan sayur atau bakaran sampah,” lanjutnya.

Amaliya menegaskan, rokok konvensional dan elektrik memang sama-sama mengandung nikotin, namun nikotin bukanlah hal yang patut dipermasalahkan.

Yang dipermasalahkan seharusnya, menurut Amaliya, adalah tar.

“Nah, vape sebenarnya merupakan terapi ‘risk reduction’ dari rokok biasa. Jadi tetap memasukkan kandungan nikotin, tapi sampahnya, dalam hal ini tar, dibuang,” tutur Amaliya lagi.

Halaman
12
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help