Kisah Mantan Pecandu Narkoba: Berhenti Mengonsumsi Tanpa Ada Usaha Mandiri akan Sia-sia

"Kualitas hidup seseorang sangat tergantung dari jiwa dan mentalnya. Ada orang yang pintar tapi mental tidak bagus."

Kisah Mantan Pecandu Narkoba: Berhenti Mengonsumsi Tanpa Ada Usaha Mandiri akan Sia-sia
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Puluhan mantan pecandu narkotika yang telah mendapatkan rehabilitasi, mengikuti kegiatan bimbingan teknis peningkatan kompetensi yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di Hotel Fave, PGC, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018) 

Laporan Reporter Warta Kota, Feryanto Hadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan mantan pecandu narkotika yang telah mendapatkan rehabilitasi, mengikuti kegiatan bimbingan teknis peningkatan kompetensi yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

Bertempat di Hotel Fave, PGC, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018), sebanyak 23 orang mantan klien rehabilitasi dari BNNK Jakarta Selatan, BNNK Jakarta Timur, BNNK Jakarta Utara, dan komponen masyarakat, mendapatkan bimbingan serta motivasi, salah satunya mengenai bagaimana cara bangkit dari keterpurukan pasca-rehabilitasi.

Kepala BNNP DKI Johny Latupeirissa menyatakan, acara bertujuan agar para mantan pecandu yang telah direhabilitasi mampu memiliki kepercayaan diri untuk memulai kehidupan baru, dengan aktivitas-aktivitas positif dan benar-benar bisa lepas dari jerat narkotika.

"Kualitas hidup seseorang sangat tergantung dari jiwa dan mentalnya. Ada orang yang pintar tapi mental tidak bagus. Jiwa dan mental yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik," tuturnya.

Baca: Menteri Rini: Rupiah Melemah Bikin di Indonesia Lebih Menarik untuk Tujuan Investasi

Salah satu pemateri, Yerry Pattinasarani, berkisah bagaimana ia mulai merintis bisnis setelah sebelumnya hanyut dalam lembah hitam narkotika. Anak mantan pesepak bola nasional ini berusaha benar-benar melepaskan masa lalu suramnya, dengan mengerjakan hal-hal positif, yakni dengan memulai usaha kedai kopi.

"Lebih baik punya usaha sendiri, karena akan mengembangkan kreativitas secara mandiri. Ada kasus mantan pecandu yang kerja dengan orang lain, dia masih suka dicibir. Untuk menghindari itu, maka dimulai dengan membuat usaha sendiri, dengan ketrampilan yang diberikan oleh program peningkatan kompetensi ini," bebernya.

Baca: Tantang Tawuran, Empat Pelajar SMK di Bekasi Pecahkan Kaca Sekolah Lain

Ia juga memberikan pengalaman bagaimana memulai usaha baru untuk mempertahankan status clean, apalagi relapse (kembali menggunakan narkotika).

"Berhenti (mengonsumsi narkotika) tapi tidak dibarengi dengan ada usaha mandiri, akan sia sia. Maka saya mendorong kawan-kawan untuk mulai bergerak untuk memulai usaha. Jangan takut gagal," paparnya.

Usaha yang dimilili Yerry, karyawannya didominasi oleh mantan pecandu narkotika. Hasil usahanya, sebagian disisihkan untuk donasi, termasuk membantu permodalan kepada para mantan pecandu yang ingin memulai usaha.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help