Pelajar Sekolah Umum Memiliki Risiko Problema Emosional Tiga Kali Lipat daripada Sekolah Kejuruan

Data WHO menyebutkan gangguan kejiwaan di era sekarang ini sudah dimulai pada usia 14 tahun (usia remaja).

Pelajar Sekolah Umum Memiliki Risiko Problema Emosional Tiga Kali Lipat daripada Sekolah Kejuruan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Nova Riyanti Yusuf 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Problema emosional paling banyak dialami perempuan  dibandingkan laki-laki.

"Perempuan mengalami problema emosional empat kali lipat dibandingkan laki-laki," kata dr. Nova Riyanti Yusuf SpKJ, Dewan Pakar Bakeswa Indonesia saat  dialog mengenali kesehatan jiwa pada remaja dan bagaimana penanganannya di Jakarta, Rabu (10/9/2018).

Dalam paparannya yang merupakan hasil penelitian sendiri, Nova mengatakan, di sekolah umum kecenderungannya memiliki risiko problema emosional tiga kali lipat daripada sekolah kejuruan.

Misrisnya, sakit jiwa yang sudah akut ini umumnya akan diselesaikan dengan tindakan bunuh diri.

"Tindakan bunuh diri sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri hidup tidak membahagiakan, kini mulai umum dilakukan remaja," katanya dalam dialog yang diadakan kerjasama antara Universitas Paramadina dan Bekeswa Indonesia ini.

Kecenderungan mati muda dengan jalan bunuh diri juga mulai terlihat di Indonesia.

Bunuh diri dilakukan dengan alasan sepele.

Contohnya pada 2017, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Manado bunuh diri karena tidak bisa meraih nilai tertinggi.

Belum lama ini seorang siswa SMP nekat bunuh diri terjun dari apartemennya di Jakarta Selatan, karena takut menghadapi ujian bahasa Mandarin.

Baca: Beredar Video Viral Pria Gangguan Jiwa Diikat Warga, Dibanjiri Simpati

Selain bunuh diri, remaja juga memilih narkoba sebagai pelarian dari segala bentuk tekanan.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved