Kimia Farma Teruskan Inovasi Produksi Alat Diagnostik, Selanjutnya HIV dan Obat-obatan

Produksi rapid test tersebut dilakukan di Kimia Rapid Test di Denpasar, Bali yang mulai beroperasi sejak tahun 2018 lalu.

Kimia Farma Teruskan Inovasi Produksi Alat Diagnostik, Selanjutnya HIV dan Obat-obatan
TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Suasana Pabrik Rapid Test Kimia Farma di Denpasar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, BALI — Kimia Farma melalukan inovasi dengan mulai memproduksi alat diagnostik cepat atau rapid test selain biasanya memproduksi obat-obatan.

Produksi rapid test tersebut dilakukan di Kimia Rapid Test di Denpasar, Bali yang mulai beroperasi sejak tahun 2018 lalu.

Kepala pabrik PT Kimia Farma Bali, Wiji Julian menuturkan saat ini sudah ada lima produk alat diagnostik yang sudah mendapatkan izin edar.

Alat rapid test untuk HIV, dan drug test yang terdiri dari morphine test, cocaine test, marijuana test, amphetamine test, methamphetamine test, ecstasy test dan benzodiazine test.

Diagnostik rapid test ini ada yang dilakukan dengan urine misalnya untuk kehamilan, dan tes lainnya menggunakan darah.

“Ini inovasi terbaru kami kalau biasa ciptakan obat ini ciptakan alat. Jadi ini kalau yang paling terkenal tes kehamilan, mendeteksi penyakit cepat bisa samplenya urin, darah atau plasma,” ungkap Wiji Julian saat ditemui di Kimia Farma Rapid Test, di Bali, Selasa (25/4/2019).

Baca: Manuver Kimia Farma di Industri Farmasi

Dengan alat test ini pemeriksaan atau screeening medis bisa dilakukan sendiri, dengan proses yang cepat sehingga bisa mengetahui kehamilan atau penyakit lebih cepat.

“Jadi ini pemeriksaan awal dengan menggunakan peralatan sederhana serta memberikan hasil yang cepat,” tutur Wiji Julian.

Saat ini, Kimia Farma juga tengah mengembangkan alat rapid test untuk HIV, dan drug test yang terdiri dari morphine test, cocaine test, marijuana test, amphetamine test, methamphetamine test, ecstasy test dan benzodiazine test.

“Rencananya akan ada alat tes HIV juga drug juga ada utnuk tujuh obat-obatan itu, jadi langsung ketahuan ada ekstasi misalnya, tapi masih pengembangan,” pungkas Wiji Wulan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved