PENCEKALAN MAHASISWI

Selfina Maria Etidena, Berikan Keterangan Mengenai Pencekalan Dirinya Bandara El Tari Kupang

Selfina Maria Etidena, mahasiswi STT Galilea,berikan keterangan mengenai pencekalan dirinya Bandara El Tari Kupang

Selfina Maria Etidena, Berikan Keterangan Mengenai Pencekalan Dirinya Bandara El Tari Kupang
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Sejumlah penumpang antri saat melakukan checkin maskapai Lion Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (8/1). Lion Air menunda pemberlakuan tarif bagasi bagi setiap penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara maskapai ini. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Selfina Maria Etidena, mahasiswi STT Galilea, asal Alor, NTT, memberikan keterangan kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (13/1/2019) di Asrama Pemda Alor yang beralamat di Lasiana, Kupang.

Saat itu Selfina didampingi pamannya, Ones Lande. Mereka hadir di  Asrama Pemda Alor mengikuti pertemuan yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Alor (IKA) dan Kerukunan Mahasiswa Kenari (Kemahnuri), menuntut pertanggungjawaban Nakertrans terkait peristiwa yang menimpa Selfina.

Mahasiswi Dicekal

Peristiwa penangkapan dan penahanan Selfiana Etidena di Bandara Eltari Kupang beberapa saat lalu adalah kecerobohan petugas, dia wajib mendapat pemulihan dan ganti kerugian atas peristiwa tersebut.

Selanjutnya, perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan dan penerapan tugas Satgas Pencegahan Perdagangan Orang, yang dibentuk Pemerintah Provinsi NTT.

Agar dapat menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Hal ini disampaikan Pegiat LSM dan Pemerhati masalah kemanusiaan, Yoseph Letfa saat menghubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Yoseph, pada prinsipnya negara tidak bisa melarang seseorang untuk bermigrasi, negara justru bertugas memastikan seseorang dapat bermigrasi.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Gigih
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved