Kisah Wati, Bertahan Hidup dengan 8 Tahun Berjualan Kerupuk di Kota Palu

Wati mengatakan, ia menjual kerupuk di Kota Palu sejak 2011 dengan harga jual saat ini 5 ribu rupiah untuk menghidupi keluarganya

Kisah Wati, Bertahan Hidup dengan 8 Tahun Berjualan Kerupuk di Kota Palu
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Wati saat menjual kerupuk ubi di simpang empat Jl.Moh Hatta, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Mingu (17/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Tak terasa 15 tahun lamanya Wati berjuang hidup di Palu, Sulawesi Tengah.

Setiap harinya, ia menjual kerupuk ubi di simpang empat Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, untuk menghidupi keluarganya.

Kerupuk ubi yang dijual bukan  buatannya sendiri.

"Bukan bikinan sendiri ini, saya beli di pasar, cuman saya jual lagi," katanya kepada Tribunpalu.com, Minggu (17/3/2019).

Wati mengatakan, ia menjual kerupuk di Kota Palu sejak 2011.

Mulai berkeliling dari rumah ke rumah, hingga ia berjualan di beberapa lampu merah Kota Palu.

Wati berjualan kerupuk bersama anak sulungnya Nur Halima.

Nur Halima selalu setia menemaninya setiap hari.

Bersama Nur Halima, Wati berjualan sejak pukul 08.00  Wita hingga pukul 15.00 Wita.

"Saya siapkan 60 kerupuk setiap hari dan selalu habis," akunya.

Halaman selanjutnya

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved