Kembali Kunjungi Palu, Menteri Jonan: Terus Bangkit, Sulawesi Tengah Tidak Sendirian

Menteri ESDM Ignasius Jonan kembali mengunjungi Kota Palu untuk meninjau kemajuan pemulihan pasokan listrik, BBM, LPG, dan lain-lain.

Kembali Kunjungi Palu, Menteri Jonan: Terus Bangkit, Sulawesi Tengah Tidak Sendirian
TRIBUNNEWS.COM/DOMU
Menteri Jonan di Bandara Ngurah Rai 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari ini, Jumat (19/10/2018), kembali mengunjungi Kota Palu untuk meninjau kemajuan pemulihan pasokan listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), sumur bor air bersih, dan Tim Tanggap Darurat ESDM di wilayah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada kunjungannya ini, Jonan menguatkan masyarakat untuk bangkit dan terus melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya, karena Sulawesi Tengah tidak sendirian.

"Saya sangat menganjurkan bahwa semua perjalanan hidup ada gangguan, kesusahan dan sebagainya, tetapi terus saja jalan, terus bangkit, terus melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Palu tidak sendirian, Sulawesi Tengah tidak sendirian, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, tidak sendirian. Kami seluruh masyarakat, seluruh komponen bangsa ini mendukung maksimal," tandas Jonan.

Jonan mengatakan bahwa pemulihan daerah terdampak bencana ini tantangannya untuk Pemerintah Daerah, jika terjadi relokasi daerah yang terkena likuifaksi.

"Saya kira tidak ada tantangan, memang memakan waktu saja, tapi saya sudah bilang semua fungsinya harus jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Memang begini, bukan tantangan. Tantangan untuk Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kota, atau Pemerintah Kabupaten adalah kalau ada terjadi relokasi karena daerahnya terkena likuifaksi, atau daerah yang menurut studi kebumian itu tidak layak untuk dihuni manusia. Kalau sampai terjadi ya harus pindah, harus direlokasi, nanti pak gubernur yang pimpin ini," jelasnya.

Pasokan BBM dan LPG Berangsur Pulih

Setibanya di Palu, Jonan meninjau Terminal BBM Donggala guna melihat keadaan TBBM dan memastikan pasokan BBM dan LPG di Palu, Donggala, dan Sigi yang telah berangsur pulih.

Kondisi mooring post atau sandaran kapal di dermaga TBBM Donggala mengalami kerusakan, menjadi miring dan turun. Kerusakan tersebut mengakibatkan jetty roboh dan pipa dari kapal ke tangki rusak.

Untuk mempertahankan dermaga tersebut, Jonan menyarankan untuk memperkuat buoy yang tahan gempa hingga 9 skala richter (SR).

"Kalau ini mau dipertahankan buoy harus lebih kuat. Tetap dibuat yang bisa tahan gempa sampai 9 SR. Atau bisa saja bawahnya itu pakai pelampung, seperti teknologi Perancis untuk angkat kapal selam. Memang lebih mahal tetapi tidak masalah," ujar Jonan.

Halaman
1234
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved