Hari Disabilitas Internasional

Ramah Disabilitas, Bupati Klungkung Jadi Pemateri di Kemenaker

Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif 2018

Ramah Disabilitas, Bupati Klungkung Jadi Pemateri di Kemenaker
TRIBUNNEWS.COM/IST
Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Expo disabilitas di Gedung Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, pada Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx Ismanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif 2018 di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri menghadiri sekaligus membuka acara yang merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember 2018. HDI tahun ini bertema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas" yang merupakan harapan Kemnaker terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di sektor industri.

Terpilihnya Bupati Suwirta sebagai satu satunya kepala daerah yang diundang Menteri Hanif bukan tanpa alasan. Pasalnya Bupati Suwirta telah fokus pada pengembangan potensi penyandang disabilitas sejak tahun 1994.
"Saya telah banyak memperkerjakan karyawan dengan disabilitas, sejak masih menjadi manager koperasi tahun 1994. Saat saya menjabat sebagai kepala daerah pada 2014, saya menduplikasi kebijakan di koperasi ke tingkat kabupaten. Penyandang disabilitas tetap memiliki potensi untuk hidup sejahtera. Jika pemerintah bisa mendorong semua sektor untuk memperkerjakan penyandang disabilitas, maka saya yakin tingkat kemiskinan pun dapat menurun", ungkap Bupati Suwirta.

Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta saat menerima plakat.
Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta saat menerima plakat. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengamanatkan perusahaan swasta untuk mempekerjakan 1% penyandang difabel dari total pekerjanya, sedangkan perusahaan BUMN/BUMD sebanyak 2%. Hal tersebut senada dengan sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003. "Setiap bulan kami rutin melakukan program pelatihan seperti kerajinan tangan, tekstil komputer, multimedia dan sebagainya. Kami melakukan pemetaan terhadap penyandang disabilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pada tahun 2018, dari 1.640 penyandang disabilitas kami seleksi yang masih pada usia produktif, lalu kami beri pelatihan dan 19 diantaranya telah bekerja di lingkungan pemerintah dan sisanya kami dorong bekerja di sektor swasta", ujar Bupati Suwirta.

Perusahaan harus memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk bekerja secara formal serta memiliki ikatan kerja yang jelas dengan perusahaan. "Sudah saatnya semua pihak baik pemerintah maupun swasta memperkuat komitmen dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas. Demi terwujudnya masyarakat inklusif tanpa melihat latar belakang apa pun, menyandang disabilitas atau tidak, mereka harus memiliki kesempatan dan ruang yang sama untuk bisa bekerja, berkarya, dan berkontribusi untuk negeri", papar Bupati Suwirta.

Untuk mewujud kesetaraan tersebut diperlukan pelatihan untuk mendukung kemampuan penyandang disabilitas. "Pemerintah Klungkung telah rutin melakukan pelatihan dengan tujuan penyandang disabilitas memiliki daya saing, keunggulan, kompetensi yang bersifat soft skill dan hard skill agar dapat berkompetisi di dunia kerja. Minggu lalu saya baru saja mengunjungi anak korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung. Nama anak tersebut Putu Agus Budiarta mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat sedang bersepeda. Putu Agus tertabrak truk dan terpaksa harus kehilangan salah satu kakinya. Setelah pulih maka akan kami berikan pelatihan sesuai dengan kondisinya saat ini", tutur Bupati Suwirta.

Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta (kiri) Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, I Gede Kusuma Jaya (kanan).
Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta (kiri) Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, I Gede Kusuma Jaya (kanan). (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Selain berkunjung Bupati Suwirta sekaligus memberikan santunan berupa tongkat, kursi roda dan kaki palsu. Seluruh biaya perawatan selama di rumah sakit pun ditanggung oleh Jasa Raharja serta BPJS. Putu Agus pun mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kelas 3 SMP. "Kami telah memberikan bantuan dan beasiswa, saya harap bantuan tersebut dapat membuat tetap tabah dan optimis. Semua pasti ada hikmahnya. Disabilitas bukan beban, penyandang disabilitas tetap memiliki potensi untuk berkembang pesat diberbagai bidang", tutup Bupati Suwirta.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Hanif mengapresiasi program yang telah dilakukan oleh Bupati Suwirta. “Saya sangat mendukung langkah yang telah dilakukan oleh Bupati Suwirta, saya berharap kepala daerah lainnya bisa terinspirasi dan menduplikasi apa yang telah dilakukan oleh Bupati Suwirta terutama dalam pemberdayaan penyandang disabilitas” ujar Hanif Dhakiri.

Turut hadir dalam seminar tersebut yakni Dirjen Binapenta dan PKK Maruli A. Hasoloan, Dirjen Binwasnaker Sugeng Priyanto, Kepala Barenbang Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bappenas, dan 200 tenaga kerja disabilitas produktif.

Penulis: FX Ismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved