Pengembangan dan Pemanfaatan Bandara Kertajati Dibahas di FGD

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Forum Group Discussion (FGD). Yang dibahas adalah kesiapan infrastruktur pendukungnya, termasuk pariwisata

Pengembangan dan Pemanfaatan Bandara Kertajati Dibahas di FGD
dok. Kemenpar
Memanfaatkan beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Forum Group Discussion (FGD). 

"Asita bisa menjual paket wisata yang bisa ditawarkan di daerah sekitar bandara. Atau bisa juga yang ada di daerah Bandung. Begitu juga dengan PHRI turut membantu Asita dengan cara memudahkan perizinan dalam setiap penyewaan kamar hotel maupun ballroom," tuturnya.

Kepada Pemprov Jawa Barat, Dadang mengingatkan agar memprioritaskan pembangunan di sekitar Bandara Kertajati.
Termasuk mengatur kebijakan ataupun regulasi mengenai pembangunan di sekitar bandara harap dipermudah.

"Intinya semua aturan dan regulasi dibuat dengan tujuan agar wisman banyak yang berkunjung ke jawa barat," pungkas Dadang.

Sementara, Staff Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Judi Rifajantoro menambahkan, dalam strategi airaksesinbility memerlukan airservice agreement (GtoG). Seperti airport slot time dan airline operators.

"Karena airlines yang memiliki banyak cost dalam merealisasikan suatu penerbangan. Salah satunya yang terbsesar adalah fuel," terang Judi.

Dia mengungkapkan, Kementerian sudah mempersiapkan dukungan stimulus bagi airlines. Menurutnya, kolaborasi antara pemangku kebijakan merupakan solusi yang terbaik, salah satu contohnya di Bali.

"Pada tahun 2017 dapat meningkatkan airtraffict movement tanpa melakukan pembangunan fisik. Insentif yang disiapkan untuk airlines, building commitment growt 10-15% dan menambah seat capacity," papar Judi.

Selain itu, ada 3 strategi pemasaran yang harus dilakukan. Yakni ordinary effort (branding, adcertising, selling), extra ordinary efforts (insentif akses, hotdeals, CDM), Dan super extra ordinary efforts (border torism, tourism hub, low cost terminal).

"Terdapat 55 airlines yang masuk ke Indonesia. Namun sudah difokuskan menjadi 10 group airline untuk kerjasama. Dengan adanya kerjasama ini, kurang lebih telah meraih 80-85% target wisman," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kadispar Jawa Barat Ida Hernida mengatakan, pihaknya memiliki beberapa program unggulan yang dapat meningkatkan wisatawan. Di antaranya inovasi pada bidang pariwisata di tiap daerah, memiliki beberapa destinasi unggulan yang siap dipasarkan, dan ada kegiatan atau event pariwisata unggulan.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved