Karawapop, Laguna Hati yang Berapit Gugusan Pulau Papua Barat

Sebelum akhirnya dapat menginjakkan kaki di puncak bukit Karawapop, Misool, kami harus terlebih dahulu melewati dua bebatuan besar—yang membentuk sebu

Karawapop, Laguna Hati yang Berapit Gugusan Pulau Papua Barat
Karawapop Papua Barat 

Bisa dibilang sisa perjalanan hingga menuju puncak adalah jalur yang menantang. Setidaknya bagi saya. Jalur pendakian yang cenderung vertikal dengan banyak bebatuan tajam menjadi tantangan terberat.

Kami pun teringat ucapan Pak Talib bahwa alas kaki yang tepat adalah salah satu kunci dalam keberhasilan mendaki tempat ini. Melengkapi saran Pak Talib, kami juga menyarankan sarung tangan dalam pendakian agar tidak terluka ketika berpegangan pada bebatuan.

“Ikuti langkah saya, pegangan dengan batang pohon”, ujar Rivan seraya memandu langkah saya. Sesekali saya pun terjatuh karena menapakkan kaki di tanah bebatuan yang ternyata tidak kokoh.

30 menit berlalu dan kami berhasil sampai di puncak Karawapop. Seperti yang sempat saya ceritakan di awal, saya tertegun menyaksikan salah satu keindahan alam di bumi Indonesia ini. Seakan tidak ingin kehilangan momen, kami pun secara bergantian memotret. Tidak lupa, kami juga melakukan swafoto.

Teriknya matahari seakan tidak berarti apa-apa bagi saya setelah melewati rute perjalanan menuju puncak.

Jumlah hari yang ideal untuk berlibur di Misool adalah 5 hari. Dengan jumlah hari ini, kita dapat mengunjungi beberapa lokasi menarik seperti Karawapop, Balbulol, Namlol, Gua Puteri Termenung, Yapap, Puncak Harfat Jaya, Danau Ubur-ubur dan jika cuaca bersahabat dapat juga berkunjung ke Gua Keramat.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved