Energi Berkeadilan, 270 unit Penerangan Jalan Tenaga Surya dan 8 unit Sumur Bor Bagi Pulau Lombok

masyarakat Lombok mendapatkan 270 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dan 8 unit Sumur Bor air bersih.

Energi Berkeadilan, 270 unit Penerangan Jalan Tenaga Surya dan 8 unit Sumur Bor Bagi Pulau Lombok
Kementerian ESDM
Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hariyanto bersama Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi meresmikan PJU-TS dan sumur bor di Pondok Pesantren Nuruzzainiyah, Desa Bandok, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. 

Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat. Kali ini masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan 270 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dan 8 unit Sumur Bor air bersih.

Peresmian PJU-TS dan sumur bor yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nuruzzainiyah, Desa Bandok, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB ini dilakukan oleh Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hariyanto bersama Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN.

Di Pulau Lombok, pada tahun 2018 telah dibangun 270 Unit PJU-TS, yang tersebar pada 4 Kabupaten dan seluruhnya telah selesai dibangun 100%.

Pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di tanah air melalui pembangunan infrastruktur EBTKE berperan dalam menciptakan energi bersih dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca. Selain penurunan emisi, PJU-TS juga sangat cocok digunakan untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN.

"Terutama di daerah-daerah pelosok, terpencil ataupun terluar yang belum terjamah listrik PLN," terang Hariyanto. Tahun 2018, sebanyak 21.755 unit PJU-TS akan dilaksanakan di 27 Provinsi dengan jumlah anggaran sebesar Rp403 Miliar.

Selain PJU-TS, Anggaran dan Belanja Negara (APBN) yang manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat adalah pembangunan sumur bor air tanah di daerah yang masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Tahun 2018, di Lombok telah dibangun 8 sumur bor yang di 4 Kabupaten, tersebar di 8 Kecamatan, dengan rata-rata kedalaman sumur berkisar 80-100 meter.

Pembangunan 8 sumur bor ini juga telah selesai seluruhnya. Setiap sumur bor dapat melayani hingga 2.800 Jiwa, sehingga total yang dapat dilayani lebih dari 22 ribu jiwa.

"Sesuai amanah Presiden dan Menteri ESDM, APBN manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah memanfaatkan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor di daerah yang secara hidrogeologis masih tersedia dalam jumlah memadai untuk masyarakat yang membutuhkan," imbuh Hariyanto.

Sejak tahun 2005 - 2017, Badan Geologi kementerian ESDM telah membangun 1.795 sumur bor, dengan potensi jumlah layanan sekitar 5,2 juta jiwa.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved