Terminal Tirtonadi Nyaman dan Aman 24 Jam, Perempuan Penumpang Tunggu Bus Sampai Malam

Hasil pembangunan terminal yang dilakukan sejak Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi Wali Kota Solo, begitu nyaman bagi penumpang dan sopir

Terminal Tirtonadi Nyaman dan Aman 24 Jam, Perempuan Penumpang Tunggu Bus Sampai Malam
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah menyediakan fasilitas kursi roda yang khusus disiapkan untuk penumpang sakit dan lansia, Jumat (1/2/2019). 

Situasi dan kondisi Terminal Tipe A Tirtonadi Solo lebih baik. Nyaman dan aman, Terminal yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan tampak memesona, tertata, bersih bahkan kekinian karena beberapa bagian telah memanfaatkan teknologi informasi

Laporan wartawan Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Situasi dan kondisi Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, sudah jauh berbeda.

Dulu sebelum disasar pembangunan, terminal bus yang berada di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari itu tampak kumuh.

Selain infrastruktur, ada banyak keluhan soal calo, premanisme, copet hingga minimnya fasilitas penunjang bagi penumpang.

Namun, berbagai masalah tersebut kini tidak dijumpai usai beberapa tahun ini terminal seluas 5 hektare itu dibangun melaui anggaran pemerintah pusat, provinsi dan daerah (kota) sekitar Rp 130 miliar.

Hasilnya, kini terminal yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu tampak memesona, tertata, bersih bahkan kekinian karena beberapa bagian telah memanfaatkan teknologi informasi.

Dari segi bangunan, tampak serasa bandara ketika penumpang memasuki ruang tunggu, terang karena banyak lampu penerangan hingga dingin karena berjajar AC yang ditempatkan di seluruh titik terminal.

Baca: Ini 9 Wajah Baru Terminal Tipe A Indonesia: Dari Pakai AC, E-Ticketing Sampai Jalur untuk Difabel

Blind track atau jalur khusus tunanetra yang dibuat di dalam Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jumat (1/2/2019).
Blind track atau jalur khusus tunanetra yang dibuat di dalam Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jumat (1/2/2019). (tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi)

"Dulu sejak 1992 saya masuk terminal itu pesing, kumuh hingga banyak calo dan rawan pemalakan," tutur seorang Kru Bus Mandala Surabaya-Bandung, Jamsari (48) saat dijumpai TribunSolo.com, Jumat (1/2/2019).

Bagi pria yang sudah 27 tahun "mampir" ke Terminal Tipe A Tirtonadi Solo itu, saat ini kondisinya sudah jauh berbeda.

Halaman
1234
Editor: Domu D. Ambarita
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved