Sukseskan Program Tol Laut Kemenhub-PMS Gagas Mini Container

Inovasi tersebut adalah sebuah terobosan dunia logistik dan bisa menjadi penunjang guna mensukseskan program tol laut.

Sukseskan Program Tol Laut Kemenhub-PMS Gagas Mini Container
Kememhub
Mini Container adalah sebuah terobosan dunia logistik dan bisa menjadi penunjang guna mensukseskan program tol laut. 

Guna mengoptimalisasi dan mensukseskan program tol laut yang digagas pemerintahan Joko Widodo, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut cq. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) bekerjasama dengan PT Pelindo Marine Service (PMS) menciptakan inovasi terbaru yakni MiniCont (Mini Container).

Inovasi tersebut adalah sebuah terobosan dunia logistik dan bisa menjadi penunjang guna mensukseskan program tol laut.

Direktur Utama PT PMS, Eko Hariyadi Budiyanto menyampaikan bahwa, memang benar saat ini pihaknya sedang mengembangkan suatu produk yang dapat menjadi solusi dalam dunia logistik ke depannya yaitu MiniCont.

Produk ini diciptakan dengan latar belakang pemahaman bahwa tidak semua daerah di penjuru Indonesia dapat dilalui oleh truk kontainer dengan kapasitas 20 feet. Salah satu kelebihan lain dari MiniCont dapat dilipat ketika dalam keadaan kosong dan 9 unit MiniCont lipat dapat dimasukan dalam kontainer 20 feet.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Capt. Wisnu Handoko, mengapresiasi MiniCont yang digagas PMS karena dapat diangkut menggunakan kapal perintis dan truk kecil untuk menjangkau wilayah T3P (tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan).

“PMS dengan MiniContnya dapat membantu mensukseskan Program Tol Laut,” ucap Capt. Wisnu didampingi Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, Hernadi dalam kunjungan kerjanya ke PT PMS di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Capt. Wisnu menambahkan saat ini pemerintah sedang mengembangkan Tol laut yang terintregasi dan terkoneksi end to end yang menghubungkan antar wilayah di Indonesia serta dapat menjangkau wilayah T3P (tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan).

Dijelaskan bahwa konsep tol laut sendiri dimulai dari kapal utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan kapasitas muatan container sampai dengan 300 TeUs berangkat menuju Hub Port seperti Batam, Bitung/Tahuna, Kupang, Saumlaki dan Biak.

Setelah sampai di Hub port, muatan kemudian dipindah ke kapal kontainer (KM Kendhaga Nusantara) dengan kapasitas 100 TeUs menuju ke pelabuhan pengumpan regional.

Selanjutnya muatan diangkut ke kapal perintis (KM Sabuk Nusantara) menuju pelabuhan pengumpan lokal.
Kapal perintis yang digunakan merupakan kapal dengan bobot 2000 GT, sehingga sangat cocok dengan karakteristik MiniCont yang berukuran sekiar 7 TeUs.

Selanjutnya MiniCont diangkut oleh kapal LCT 50 GT dan PELRA 35 GT untuk dikirim ke pulau-pulau terpencil seperti wilayah Miangas Kakorotan, Sanana, Bovendigul, Memberi dan lain-lain.

Dengan dimensi dan karakteristik MiniCont, Capt. Wisnu optimis bahwa program tol laut dapat berjalan dengan baik untuk menjangkau daerah T3P di seluruh penjuru Indonesia. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved