Tol Laut, Angin Segar untuk Purwadi, Nelayan dari Pati

Nelayan berharap tol laut akan memberi solusi biaya pengiriman yang lebih murah

Tol Laut, Angin Segar untuk Purwadi, Nelayan dari Pati
Pelindo for Surya
Kapal tol laut berada di perairan wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ketika senja. 

SURYA, SURABAYA - Purwadi, nelayan asal Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengeluhkan besarnya biaya kirim ikan dari Indonesia Timur ke Jawa Tengah.

Pengalaman terakhir, kapalnya berlayar di Papua selama tiga hari. Dari sana, ia mendapat 150-200 ton ikan.

Ikan kemudian dikirim dari Dobo, Maluku ke Jawa Tengah.

Untuk mengirim semua ikan itu, ia harus membayar Rp 55 juta.

Padahal, harga ikan yang ia tangkap hanya laku dijual Rp 7.000 per kilogram (kg).

Ia merasa beban biaya yang harus dibayar untuk mengirim ikan terlalu besar.

"Adanya tol laut memberi angin segar. Nelayan itu tahunya (pendapatan, red) bersih," kata Purwadi saat menghadiri acara Seminar Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik, dan Menekan Disparitas Harga di Surabaya, Senin (4/2/2019).

Ia berharap tol laut akan memberi solusi biaya pengiriman yang lebih murah.

"Kalau bisa gratis," selorohnya disambut tawa para peserta yang lain.

Baca: Berkat Tol Laut Sapi Dari Kupang Dapat Pelayanan VIP di Kapal

Bagi Purwadi, modal untuk menjadi nelayan sudah cukup besar.

Halaman
12
Editor: Deodatus Pradipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved