Tancap Gas Wonderful Indonesia Gaet Dua Pasar Indochina: Myanmar & Kamboja

Dalam waktu dekat, Kemenpar akan melakukan Misi Penjualan ke pasar Indochina, khususnya Myanmar dan Kamboja.

Tancap Gas Wonderful Indonesia Gaet Dua Pasar Indochina: Myanmar & Kamboja
Kemenpar
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, dalam Misi Penjualan nanti, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan KBRI Yangon, Myanmar dan KBRI Phnom Penh, Kamboja. Di Myanmar, kegiatan dijadwalkan pada 3 April. Sedangkan di Kamboja rencananya berlangsung tanggal 5 April. 

JAKARTA - Kementerian Pariwisata semakin gencar mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke luar negeri. Dalam waktu dekat, Kemenpar akan melakukan Misi Penjualan ke pasar Indochina, khususnya Myanmar dan Kamboja.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, dalam Misi Penjualan nanti, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan KBRI Yangon, Myanmar dan KBRI Phnom Penh, Kamboja. Di Myanmar, kegiatan dijadwalkan pada 3 April. Sedangkan di Kamboja rencananya berlangsung tanggal 5 April.

“Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dalam rangka merealisasikan pencapaian target hingga tahun 2019 sebanyak 20 juta wisman. Salah satu cara dan strategi meningkatkan kunjungan wisman, khususnya untuk 2 pasar Indochina yaitu Myanmar dan Kamboja, adalah melalui Misi Penjualan,” ujarnya, Kamis (28/3).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Misi Penjualan yang telah dilaksanakan di Myanmar dan Kamboja sebelumnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan networking antara sellers Indoesia dengan buyers di Kamboja dan Myanmar. Selanjutnya, dapat meningkatkan hubungan dan kerjasama yang baik antara Indonesia dengan Kamboja dan Myanmar. Serta semakin memperluas informasi mengenai pariwisata Indonesia yang sangat potensial di Pasar Kamboja dan Myanmar.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, selama ini kegiatan promosi di luar negeri khususnya di pasar Kamboja cukup membuahkan hasil. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal Kamboja ke Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 6.506 wisatawan, menjadi 8.819 pada tahun 2018.

“Dengan adanya wacana akan dibukanya direct flight Indonesia-Kamboja oleh maskapai Citilink, tentunya juga akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Kamboja ke Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, pada tahun 2018, wisman dari Myanmar yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 28.570 wisatawan. Tahun ini, target untuk Myanmar adalah 40.000 wisatawan dan untuk Kamboja adalah 10.000 wisatawan.

Sejalan dengan target tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku telah menggandeng 9 industri pariwisata dari 4 provinsi. Yaitu D.I Yogyakarta, Bali, Jawa Barat, dan Batam. Mereka terdiri dari travel agent dan hotelier sebagai seller.

Terkait Misi Penjualan ke Myanmar dan Kamboja, akan dilaksanakan di hotel dengan konsep Bussines to Bussines (B2B) atau Table Top. Dengan demikian, sellers dapat melakukan penjualan paket wisata kepada buyers secara langsung ataupun melakukan kerjasama secara langsung.

“Kegiatan ini juga akan diisi dengan presentasi tentang destinasi utama Market Indochina yaitu Borobudur dan rencana beroperasinya New Yogya International Airport, serta rencana pembukaan rute Citilink Indonesia-Kamboja,” ungkapnya. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved