Depkop

Kepala Balitbang Kemkominfo : "Negara Didorong Ciptakan Data Berkualitas Tinggi dan Internasional"

Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemenkominfo mengadakan Seminar Akhir Indikator TIK di Rumah Tangga dan Individu, Gedung Pusat TIK (18/11/2016)

Kepala Balitbang Kemkominfo :
dok.kominfo
Seminar Akhir Indikator TIK di Rumah Tangga dan Individu Indonesia Tahun 2016 di Gedung Pusat TIK Nasional, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (18/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Badan Penelitian dan Pengembangan SDM (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan Seminar Akhir Indikator TIK di Rumah Tangga dan Individu Indonesia Tahun 2016, bertempat di Gedung Pusat TIK Nasional, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (18/11/2016).

Seminar itu menghasilkan Kajian Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2016, yang juga dibahas dalam seminar itu. 

Indikator TIK dinilai penting karena dapat dijadikan salah satu tolok ukur pembangunan di bidang teknologi informasi dan komunikasi Indonesia.

“Ketika pengukuran atas perkembangan TIK telah disepakati secara internasional, maka setiap negara didorong untuk menyediakan data berkualitas tinggi dan dapat diperbandingkan secara internasional. Salah satu bentuknya ialah data tentang akses TIK oleh rumah tangga dan individu, yang dianggap penting karena merupakan kunci untuk memonitor progress menuju terciptanya masyarakat informasi," jelas Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo, Basuki Yusuf Iskandar. 

Lebih lanjut Basuki menjelaskan salah satu kelemahan instansi penelitian pemerintah adalah kurang progresif.

Ia menyontohkan saat kebutuhan akan hasil riset atau kajian sudah ada cenderung tinggi, tetapi lembaga pemerintah belum dapat memenuhi kebutuhan itu.

"Walaupun analisis yang dilakukan sudah memadai. Salah satu policy brief aktualisasinya adalah harus sama-sama bergerak agar mengetahui isu-isu terkait seperti apa saja yang sedang trending, tidak hanya itu, tapi isunya mampu mengantisipasi data-data yang diperlukan di masa depan," tambah Basuki.

Pada kesempatan yang sama, tim peneliti memaparkan hasil survei Indikator TIK 2016. Survei dilaksanakan dengan jumlah sampel sebanyak 9.588 Rumah Tangga di 139 Kabupaten/ Kota pada 34 provinsi.

Indikator dalam survei ini disusun berdasarkan indikator TIK rumah tangga yang ditetapkan oleh ITU (International Telecommunication Union), dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan TIK nasional.

Hasil yang dipaparkan antara lain terdapat 31,0% responden yang telah menggunakan internet, atau berarti sekitar 80,7 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki akses terhadap internet, dan pada salah satu indikator terbaru yang diukur mulai tahun ini, tercatat sebanyak 24,2% pengguna internet melakukan aktivitas e-commerce, atau sekitar 19,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

Seminar Indikator TIK Tahun 2016 di Rumah Tangga dan Individu dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi, Anggota Komite BRTI, Perwakilan APJII, Kepala Puslitbang SDPPPI, Kepala Pusbang Literasi dan Profesi SDM Informatika, para Kepala UPT Badan Litbang SDM, dan para pejabat struktural serta para peneliti di lingkungan Badan Litbang SDM.

Di akhir kegiatan, para pihak yang terlibat memiliki satu harapan yang sama, yakni untuk menjalin sinergi yang lebih terintegrasi dalam menyediakan data statistik TIK kepada masyarakat, agar tercipta efisiensi dan efektivitas. 

Editor: Advertorial
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved