Depkop

Menkominfo: Setelah Keuangan dan Perbankan, TIK Harus Jadi Enabler Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan bahwa TIK harus menjadi enabler pertumbuhan ekonomi.

Menkominfo: Setelah Keuangan dan Perbankan, TIK Harus Jadi Enabler Pertumbuhan Ekonomi
dok.kominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Rakernas Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Kamar Dagang Industri di Hotel Pullman Jakarta, Senin (28/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan TIK harus menjadi enabler pertumbuhan ekonomi.

“Pada APBN 2018, Menteri Keuangan meminta sektor TIK harus tumbuh menjadi double digit. Sektor TIK akan menjadi nomor dua setelah keuangan dan perbankan. TIK menjadi enabler pertumbuhan ekonomi.” jelas Rudiantara pada Rakernas Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Kamar Dagang Industri di Hotel Pullman Jakarta, Senin (28/11/2016).

Mewujudkan hal itu,  Kementerian Kominfo akan memfokuskan pembangunan broadband.

“Fokus pembangunan Kominfo dalam 5 tahun ini adalah mendukung program nawacita melalui telekomunikasi, internet dan penyiaran. Dimana tema utamanya adalah pita lebar dan efisiensi industri. Saya mendorong adanya konsolidasi dari semua pihak untuk efisiensi industri” ungkap Chief RA.

Rudiantara menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki peta jalan e-commerce.

“Peta jalan ini untuk mendukung sektor UMKM. Untuk itu Kominfo telah membuat Program Satu Juta Domain untuk membantu UMKM berkembang dalam bisnis e-commerce. “tambahnya.

Persoalan cyber security sendiri ditegaskan oleh Rudintara telah menjadi concern pemerintah. Saat ini Kementerian Kominfo sedang menyiapkan roadmap cyber security untuk sektor keuangan/perbankan, energi dan transportasi.

Pada akhir sambutannya Rudiantara juga menjelaskan bahwa terkait digitalisasi penyiaran, pemerintah akan mengalokasikannya untuk bencana dan pendidikan.

Di samping itu, Menkominfo mengajak seluruh Kementerian/lembaga menghilangkan ego sektoralnya untuk kepentingan bangsa.

“Sekarang masing-masing website Kementerian memiliki slot yang dialokasikan untuk GPR. Jadi jika ada program atau event nasional bisa ditampilkan oleh semua Kementerian/Lembaga melalui website dan videotron yang dimiliki.”pungkasnya. 

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved