Jumat, 29 Mei 2015
Tribunnews.com

Cemburu Itu Wajar, Tetapi…

Kamis, 22 April 2010 15:52 WIB

Cemburu Itu Wajar, Tetapi…
Istimewa
Ilustrasi

Cemburu itu bumbunya cinta. Begitu kata orang. Makanya kalau suami atau istri tak pernah dihinggapi rasa cemburu, bisa jadi pasangannya malah bertanya-tanya di dalam hati, "Sebenarnya dia cinta, enggak, sih, sama aku?"
Bahkan, saking ingin menguji kadar cinta pasangan, ada istri atau suami yang sengaja bikin ulah agar pasangannya cemburu.

Cemburu alias jealousy, kata ahli, adalah perasaan takut kehilangan seseorang yang kita miliki atau perasaan takut kalau-kalau hubungan dengan seseorang yang kita cintai terancam. Misalnya, istri langsung panik atau bereaksi berlebihan ketika dirasanya sang suami berhubungan dengan wanita lain.

"Ia merasa ikatan perkawinannya akan goyah atau bahkan terlepas begitu tahu suaminya punya hubungan dengan wanita lain," tutur Dra. Psi. Zamralita dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta.

Sebetulnya, ada tiga elemen pokok dalam cemburu. Pertama, terjalinnya hubungan kasih sayang atau cinta di antara dua orang. Kedua, ada nilai-nilai khusus yang dipertukarkan antara keduanya, seperti perhatian dan komitmen.

Terakhir, ada orang lain sebagai pengganggu hubungan tersebut. "Nah, si pengganggu ini bisa dalam porsi memberi atau menerima," ujar psikolog yang akrab dipanggil Lita ini.

Misalnya, pasangan kita "mengejar" wanita/pria lain sementara si wanita/pria itu cuek saja. Jelas ini bikin cemburu. Sebaliknya bisa terjadi pasangan kita yang "dikejar" oleh wanita/pria lain, tapi dia tak mau menanggapinya. Yang ini juga bisa bikin cemburu.

Apalagi, bukan tak mungkin si pasangan yang tadinya cuek saja, kemudian malah menanggapinya lantaran si "pengejar" begitu aktifnya. Celaka, kan?

Halaman1234567
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber:
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas