• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Awas! KB Suntik Berat Badan Naik

Jumat, 28 Mei 2010 23:01 WIB
Awas! KB Suntik Berat Badan Naik
ist
Ilustrasi wanita gemuk
TRIBUNNEWS.COM- Ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang dikenalkan bagi penduduk pasangan usia subur di Indonesia.  Kontrasepsi non hormonal seperti IUD (spiral, vasektomi dan tubektomi) dan hormonal seperti suntik, pil KB maupun implant atau susuk. Bagi wanita yang menggunakan KB suntik harus siap siap berat badannya meningkat alias tambah gemuk.

Jenis kontrasepsi medroxyprogesterone acetate (DMPA) atau dikenal dengan KB suntik 3 bulan, rata-rata mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11 pon atau 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian. Demikian penelitian University of Texas Medical Branch yang dikutip klikdokter.

Sedangkan bagi mereka yang mengganti kontrasepsi hormonal ke non-hormonal akan mengalami penurunan berat badan. Bagi mereka yang beralih ke kontrasepsi oral atau pil setelah melakukan kontrasepsi suntikan, akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 4 pon atau 2 kg dalam jangka waktu yang sama. Peningkatan berat badan akan tergantung dari lamanya suntikan DMPA digunakan.

DMPA adalah kontrasepsi suntikan yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Kontrasepsi ini banyak digunakan karena memiliki angka kegagalan yang rendah, tidak mahal, dan tidak perlu dikonsumsi setiap hari.

Para perempuan dan para dokter harus memikirkan masalah ini sebelum memutuskan kontrasepsi terbaik yang akan digunakan. Yang perlu diperhatikan juga, DMPA berkaitan dengan peningkatan lemak abdominal (perut), salah satu komponen dari sindroma metabolik yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penelitian yang dilakukan melibatkan 703 wanita yang dibagi dalam 2 kategori, usia 16 – 24 tahun, dan usia 25 – 33 tahun, menggunakan kontrasepsi DMPA (KB suntik 3 bulan), oral (desogestrel) atau nonhormonal (kondom, abstinensia) selama 3 tahun. Para peneliti membandingkan berat badan dan konposisinya yang mencakup pengaruh usia, ras, intake atau asupan kalori, dan olahraga atau aktivitas fisik selain dari faktor-faktor lain.

Ketika peneliti membandingkan ketiga grup ini, pengguna DMPA memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pengguna kontrasepsi lainnya untuk mengalami obesitas selama 3 tahun pemakaian. Meskipun begitu, penelitian lanjutan diperlukan guna memastikan apakah DMPA memang memiliki pengaruh langsung peningkatan berat badan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Mekanisme mengenai bagaimana DMPA menyebabkan peningkatan berat badan dan massa lemak tubuh masih belum diketahui secara pasti. Sementara itu diketahui bahwa tidak ada hubungan antara DMPA yang masuk ke dalam tubuh dengan masukan kalori, konsumsi lemak, atau jumlah aktivitas fisik di dalam perubahan massa tubuh.

Saat ini BKKBN cenderung menganjurkan alat kontrasepsi non hormonal karena lebih murah, lebih aman dan berlaku jangka panjang.  Kontrasepsi nor hormonal seperti Vasektomi/MOP (modus operasi pria)  dan MOW (modus operasi wanita)/tubektomi  memiliki angka kegagalan yang rendah. (*)
Editor: Iswidodo
0 KOMENTAR
21169 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas