Kapal The Spirit of Majapahit Mulai Jelajahi Asia

Kapal "The Spirit of Majapahit" sudah berangkat dari Marina Batavia Jakarta Utara untuk memulai ekspedisi keliling Asia.

Kapal  The Spirit of Majapahit  Mulai Jelajahi Asia
net-repro
Kapal The Spirit of Majapahit saat mulai ekspedisi berangkat dari Jakarta 4 Juli 2010
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kapal "The Spirit of Majapahit" sudah berangkat dari Marina Batavia Jakarta Utara untuk memulai ekspedisi keliling Asia.

Kapal replika dari kapal dagang  zaman Majapahit saduran dari relief di Candi Borobudur tersebut akan mengarungi perairan  8 negara  yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, China, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.  

Kapal "Majapahit" ini telah dilepas keberangkatannya oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata  Jero Wacik, Minggu (4/7) kemarin, seperti dirilis kemenbudpar, Senin (5/7).

Replika Kapal Spirit of Majapahit abad ke-13 M ini merupakan hasil rekomendasi dari seminar Mencari Bentuk Kapal Majapahit yang digelar komunitas Japan Majapahit Association (JPA). Yaitu sebuah kelompok pengusaha di Jepang yang peduli terhadap sejarah dan kebudayaan Kekaisaran Majapahit yang melakukan pembahasan di Tokyo  Maret 2009 dan Lokakarya  di Jakarta Juni 2009.

Komunitas JPA merupakan wadah untuk mengembangkan kerjasama dalam bentuk penelitian dan menggali lebih mendalam lagi sejarah Majapahit untuk dikagumi bangsa Indonesia maupun masyarakat internasional.

Jero Wacik mengharapkan ekspedisi "Majapahit" dapat menggugah semangat anak bangsa untuk mengapresiasi spirit Majapahit yang telah diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia dengan meninggalkan segala kebesaran dan kejayaannya. Agar  dapat dinikmati, dihargai dan menjadi kebanggaan  bangsa Indonesia.

"Pelayaran ekspedisi Kapal Spirit of Majapahit ini  mencerminkan semangat kebaharian bangsa Indonesia yang terus  menggelora. Semangat bahari ini menjadi karakter bangsa Indonesia," kata Menbudpar Jero Wacik.

Kapal Spirit of Majapahit ini dibuat oleh Sapardi bersama 15 perajin di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Madura. Berbentuk khas oval dengan kedua ujung melancip supaya dapat memecah ombak setinggi 5 meter.

Sebagai kapal tradisional terbesar di Indonesia, memiliki  panjang 20 meter, lebar 4,5 meter, dan tinggi 2 meter. Spirit of Majapahit ini dibuat dari 28,63 kubik kayu jati tua dan kering dari Kabupaten Tuban dan Rembang dan bambu petung, kayu pereng di daerah Sumenep.

Kapal ini memiliki dua kemudi dari kayu di buritan dan cadik pada kedua sisi yang berfungsi sebagai penyeimbang. Layar dipasangkan pada tiang-tiang membentuk segitiga sama sisi dan buritan atau belakang kapal lebih tinggi dari haluan depan. Kapal ini dilengkapi fasilitas navigasi modern seperti GPS, Nav-Tex, dan Marine Radar.

Kapal Spirit of Majapahit dinakodai dua perwira Mayor (Laut) Eko Deni Hartono dan Risky Prayudi dengan kru tiga warga negara Jepang  di antaranya Yoshiyuki Yamamoto dari JPA.

Sebagai pimpinan ekspedisi, pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai disiplin ilmu, serta lima anak buah kapal dari suku Bajo di Pulau Sapeken, Sumenep.  Rencananya setibanya kembali di Indonesia, Kapal Spirit of Majapahit  akan menjadi koleksi museum dan obyek wisata. (*)

Penulis: Iswidodo
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved