• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Begini Cara Masak Kepiting yang Benar

Selasa, 13 Juli 2010 13:19 WIB
Begini Cara Masak Kepiting yang Benar
Ist
TRIBUNNEWS,COM - Anda suka makan kepiting? Cermatlah mengolahnya, agar kandungan nutrisi dari seafood bercangkang keras dan capit ini tak hilang selagi diolah. Bagaimana caranya? Ikuti tips berikut.

Pilih yang Segar

Pilih yang masih hidup karena lebih enak. Jika matanya bergerak keluar-masuk tandanya kepiting masih hidup.

Ambil yang kaki-kakinya masih lengkap dan capit yang belum putus.
Dalam keadaan terikat, angkat badannya. Jika ringan, berarti dagingnya kurang padat, karenanya pilih yang berat.

Jangan pilih yang muda dan tidak banyak berdaging, karena akan sulit mengeluarkan dagingnya.

Balik Lalu Bersihkan

Balikkan kepiting lalu tusuk bagian tengah sampai ujung pantat menggunakan pisau yang tajam dan runcing. Pastikan kepiting sudah mati dan ikatan dapat dilepas.

Cuci kepiting di bawah air mengalir, dan sikat dengan sikat gigi untuk membuang kotoran. Jangan lupa, sikat bagian sela-sela jarinya karena biasanya terkena banyak lumpur.

Buang bagian ujung pantat kepiting yang berbentuk segitiga. Dan, pisahkan tempurung kepiting dengan badannya. Potong kepiting menjadi 2 bagian. Cuci kembali, sambil membuang isi perutnya yang tampak kehijauan.

Remukkan sedikit bagian capit agar bumbu dapat meresap ke dalam daging dan mudah disantap.

Saatnya Memasak!

Nah, tiba saatnya memasak. Jika ingin memasaknya jadi sup: rebus kepiting dalam air mendidih selama 15 menit dan warnanya berubah menjadi merah. Angkat, tiriskan, dan dinginkan, kuliti dan kumpulkan dagingnya.

Kalau hanya ingin merebus, beri sedikit arang pada air rebusan untuk menghilangkan racun yang mungkin termakan oleh kepiting.

Ingin makan kepiting goreng? Gunakan minyak goreng yang banyak dengan panas sedang, dan bagi kepiting menjadi 3 bagian (tempurung, badan dibagi 2).

Waktu terlama mengolah kepiting adalah 15-20 menit. Jangan terlalu lama mengolahnya, karena semakin lama dimasak, dagingnya semakin keras.
Editor: Anita K Wardhani
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
32844 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas