Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Lembutnya Kue Bingka Banjar

Minggu, 15 Agustus 2010 13:10 WIB

Lembutnya Kue Bingka Banjar
Banjarmasin Post Group
Kue Bingka Banjar
Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Siti Hamsiah

TRIBUNNEWS.COM
- Kue basah yang satu ini asalnya dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahan dasarnya telur bebek, santan, dan tepung. Tekstur lembut. Begitu menyentuh lidah, ehm...langsung terasa legit dan gurihnya.

Kue bingka namaanya. Saat Ramadhan seperti ini, kue ini termasuk primadonanya kue tradisional khas Banjar. Pilihan jenis dan rasanya juga variatif, ada bingka kentang, tape, nangka, telur, keju, kelapa muda, dan lain-lain. Pembuatannya dengan cara dibakar sampai berwarna kecoklatan.
    
Mendapatkannya juga gampang, karena bingka dijual di berbagai tempat di Banjarmasin, Martapura, dan kabupaten/kota lainnya di Kalsel hingga kalteng baik di pusat oleh-oleh khas Banjar, toko kue, hingga depot kue di Banjarmasin. Harganya juga terjangkau, berkisar antara Rp 22 ribu sampai Rp 30 ribu per biji (loyang). Satu biji (loyang), umumnya bisa dinikmati enam orang atau lebih.
    
Keberadaannya tidak mengenal musim, laris manis, setiap saat selalu dicari baik untuk kudapan maupun oleh-oleh. Namun paling banyak dijual pas bulan puasa (Ramadan).
    
Bagi orang Banjar, berbuka takkan lengkap tanpa bingka. Tak terkecuali bagi orang Banjar yang bermukim di luar Kalimantan maupun luar negeri.
    
Hj Rukayah Tarmidji, pemilik merek kue Kurnia Rasa Jalan Sutoyo S Banjarmasin, mengatakan bingka olahannya yang memiliki citarasa khas, dinikmati berbagai kalangan dari masyarakat biasa hingga Presiden RI. Bahkan Mantan Presiden Megawati, adalah salah seorang penikmat bingka buatannya.
    
"Bingka saya juga telah melanglang tidak hanya di dalam negeri melainkan sampai Malaysia, Singapura, Australia hingga benua Afrika. Khusus Ramadan, dalam sehari bisa memproduksi sampai 150 biji bingka," beber Hj Rukayah Tarmidji.   
Editor: Anita K Wardhani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas