Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Nikmatnya Surabi Bandung

Minggu, 5 Juni 2011 14:40 WIB

Nikmatnya Surabi Bandung
rolas-site.com

TRIBUNNEWS.COM - Surabi atau serabi adalah makanan khas orang Sunda yang bentuknya seperti pancake, namun lebih kecil dan tebal yang terbuat dari tepung beras dan terigu. Untuk mematangkannya, surabi dibakar dengan menggunakan alat tradisional, yaitu tungku dan cetakan khusus dari tanah liat.

Perbedaanya dengan serabi solo adalah kalau surabi bandung itu bahan dasarnya tepung terigu, tepung beras, santan sehingga terasa gurih dan tebal. Sedangkan serabi solo hanya menggunakan tepung beras, gula, dan santan sehingga lebih manis dan tipis.

Surabi bandung memang bukan makanan yang baru. Kita telah mengetahui keberadaan kue ini sejak beberapa tahun lalu di Kota Bandung. Hanya saja di Jakarta belum banyak yang menjualnya.

Surabi klasik awalnya tidak diberi tambahan apapun. Pada umumnya hanya dimakan dengan kinca atau gula merah yang dicairkan dan diberi aroma daun pandan atau nangka. Seiring berkembangnya waktu dan berubahnya selera masyarakat umum, terciptalah surabi beraneka rasa.

Rike Lusiana, salah satu pengusaha yang mengembangkan surabi bandung itu di Jakarta. Dia membuka waryng tenda di Jalan Gandaria, Jakarta Selatan, dekat Sudin Pertamanan Jakarta Selatan.

Surabi bandung buatan Rike ini memiliki beraneka ragam topping yang menggiurkan. Mulai dari rasa manis, asin, hingga pedas.

Beberapa topping yang ditawarkan dalam menunya, mengingatkan saya pada topping pizza dan memakai istilah yang lucu agar mudah diingat. Spesial topping yang ditawarkan antara lain telur tuna mayo (TTM), telur oncom mayo (tomy), daging saus spaghetti mayo (dugem).

Atau mau yang manisnya bisa memilih peanut butter cokelat (peter cokelat), yakni surabi yang diolesi selai kacang dan ditaburi cokelat beras. Atau dengan tambahan pisang, keju, susu, atau cokelat. Harga yang dipatok berkisar Rp 6.000-Rp 8.500 per buah.

"Saat buka tahun 2007, masih booming surabi bandung ini. Lalu saya buat saja di Jakarta dan ternyata memang diminati hingga sekarang," ujar Rike yang pernah bekerja kantoran ini.

Bahan dasar pembuatan surabi memakai tepung beras, tepung terigu, dan santan sehingga bisa tebal dan empuk. Agar adonan selalu fresh, wanita yang kerap disapa Lusi ini membuat adonannya tidak terlalu banyak.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas