Gulai Bertabur Daun Kucai Ada di Empal Gentong

EMPAL gentong, demikian masyarakat Cirebon menyebutnya. Makanan satu ini mirip dengan gulai.

Gulai Bertabur Daun Kucai Ada di Empal Gentong
IST
Empal gentong Cirebon

TRIBUNNEWS.COM - EMPAL gentong, demikian masyarakat Cirebon menyebutnya. Makanan satu ini mirip dengan gulai. Namun satu yang membuatnya unik, yakni dimasak dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar (biasanya dari pohon mangga) di dalam gentong atau periuk tanah liat.

Empal gentong terdiri dari potongan daging. Daging yang biasa digunakan adalah usus, babat, dan daging sapi. Sementara kuahnya sangat kental, mengandung santan. Saat disajikan, biasanya ditaburi daun kucai. Taburan daun kucai itulah yang membuat makanan khas Cirebon satu ini berbeda dengan gulai pada umumnya.

Empal Gentong bisa dinikmati dengan nasi atau potongan lontong. Bagi yang senang pedas, bisa ditambahkan sambalnya yang khas. Dikatakan khas karena sambal empal gentong berbentuk serbuk saripati cabai yang dihaluskan.

Tapi awas, jangan berani menaburkan serbuk saripati cabai terlalu banyak ke atas kuah empal. Sebab rasa pedasnya sangat kentara. Bisa-bisa perut dibuat sakit jika menaburkan serbuk saripati berlebihan.

Nama Empal Gentong diambil dari cara memasaknya yang khas menggunakan gentong atau kuali dari tanah liat. Konon, makanan ini berasal dari Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Namun seiring perkembangan zaman, banyak warung yang menawarkan empal gentong ini.

Empal Gentong yang cukup terkenal adalah Empal Gentong Mang Darma di Jalan Slamet Riyadi, Kota Cirebon. Satu porsi empal gentong ditawarkan Rp 7.000-Rp 25.000, sudah termasuk nasi atau lontong.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved