Menjajal Paralayang di Gunung Lingga Sumedang

Anda punya hobi olahraga ektrim Paralayang? Bersiaplah menemukan tempat baru untuk berolahraga yang memacu adrenalin itu di Sumedang Jawa Barat.

Menjajal Paralayang di Gunung Lingga Sumedang
TRIBUN JABAR
Paralayang di Gunung Lingga Sumedang Jawa Barat

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Deddi Rustandi

TRIBUNNEWS.COM - Anda punya hobi olahraga ektrim Paralayang? Bersiaplah menemukan tempat baru untuk berolahraga yang memacu adrenalin itu di Sumedang Jawa Barat.

Jika sebelumnya para pehobi olahraga paralayang ini melayang di Kampung Toga, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan yang hanya berjarak 3 km dari Alun-alun Sumedang, kini lokasinya makin dekat.

"Lupakan Kampung Toga. Kini kami punya tempat baru yang jauh lebih menantang dan bisa terbang sejauh 45 km dengan durasi sampai tiga jam," kata Aries Pribaya penggiat Paralayang yang juga Ketua PLGI Sumedang usai menjajal kawasan baru bersama wartawan Tribun, Minggu (3/7/2011).

Di Kampung Toga itu sudah ditinggalkan para hobis paralayang karena sudah tak ada tempat untuk landing. "Landing Area sudah dijadikan perumahan sehingga sudah tak dipakai lagi untuk terbang," kata Aries.

Kawasan baru untuk paralayang itu ada di Gunung Lingga persisnya di blok Batu Dua, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Di ketinggian 930 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan titik koordinat  S06'54'03'.9"-E108'01'15.9" menawarkan pesona alam yang luar biasa.

"Kalau panorama jangan ditanya sudah sangat indah. Lokasinya juga bisa dijangkau kendaraan bahkan mobil bisa sampai ke titik penerbangan," kata Aries.

Ia menyebutkan tempat paralayang di daerah lain itu sangat jauh dan sulit dijangkau kendaraan. "Bahkan harus jalan kaki belasan kilometer untuk sampai ke titik penerbangan. Di Batu Dua Gunung Lingga itu hanya berjarak 4 km dari jalan raya Sumedang-Wado atau 25 km dari Sumedang kota," kata Aries.

Menurutnya, thermal atau panas kawasan juga sangat memungkinkana untuk terbang lebih tinggi sampai diatas 1000 meter dpl. "Makanya bisa terbang sampai tiga jam dengan jarak mencapai 45 km, hembusan angin juga membuat bisa bermanuver serta untuk landing banyak pilihan," kata Aries.

Ia mengaku untuk landing itu ada areal persawahan yang jaraknya hanya 50 meter dari jalan raya Sumedang-Wado persisnya di Kampung Bakom, Desa Linggajaya. "Kawasan untuk landing sudah ada dan harus dibebaskan. Saya menyurati Bupati Don Murdono tentang lokasi paralayang dan meminta ada pembebasan lahan untuk landing," kata Aries.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help