• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribunnews.com

Renyahnya Kerupuk Kulit dan Dorokdok Garut

Senin, 11 Juli 2011 15:21 WIB
Renyahnya Kerupuk Kulit dan Dorokdok Garut
TRIBUN JABAR
Kerupuk kulit khas kuliner di Garut selain dodol.

TRIBUNNEWS.COM - SELAIN dodol, Garut juga terkenal dengan berbagai olahan yang terbuat dari kulit. Salah satunya adalah kerupuk kulit dan dorokdok khas Garut. Kerupuk kulit dan dorokdok adalah makanan tradisional khas Kota Garut yang rasanya tak ada duanya.

Makanan ini berkembang seiring dengan banyaknya penyamakan kulit di kabupaten Garut karena pada proses penyamakan ada bagian dari bahan baku kulit yang dibuang dan tidak diolah.

Kerupuk kulit dan dorokdok sejenis tapi tidak sama. Kerupuk kulit terbuat dari kulit kerbau asli pilihan, diracik dengan rempah-rempah asli Indonesia dan bumbu-bumbu seperti bawang putih, ketumbar, kunir, asam jawa, garam, gula merah, dan lainnya.

Adapun kerupuk dorokdok, atau orang menyebutnya dorokdok saja, terbuat dari kulit sapi pilihan. Proses pembuatannya hampir sama dengan kerupuk kulit.

Kerupuk kulit Garut dan dorokdok sama sekali tanpa bahan pengawet dan diproses sangat higienis. Proses pengerjaannya memakan waktu cukup lama, yaitu lima hari hingga satu minggu.

"Yang paling lama itu adalah proses awalnya, yaitu mengolah kulit mentah, direbus, dan dijemur menjadi kulit kering yang siap digoreng," kata H Hinda Japar, pengusaha toko oleh-oleh Pusaka JS di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, belum lama ini.

Sebagai cemilan, kerupuk kulit dan dorokdok memiliki rasa original dan pedas. Kedua rasa ini sangat cocok untuk menemani Anda di perjalanan atau sebagai pelengkap makan mi bakso.

"Ciri khas kerupuk kulit dan dorokdok Garut itu ada berbagai rasa. Manis, asam, asin, gurih, dan pedas sudah ada dalam kerupuk itu. Beda dengan produk luar," ujar Hinda.

Dikatakan Hinda, dari dua rasa yang umum dijual, yaitu original dan pedas, saat ini rasa pedaslah yang paling disukai di pasaran. Peminatnya terutama perempuan. "Kalau cewek biasanya paling suka yang pedas. Mereka biasanya memborong. Rasanya memang luar biasa," ujarnya

Hinda mengatakan, kerupuk kulit dan dorokdok asli Garut memiliki kekhasan rasa dan tekstur dibandingkan produk asal Jatim yang kini cukup banyak dijual.

"Kerupuk kulit dan dorokdok khas Garut biasanya dibuat dengan tangan, bukan mesin. Meski bentuknya tidak beraturan, dijamin ini tanpa bahan pengawet sehingga lebih alami," kata Neneng, perajin kerupuk kulit yang sudah menggeluti bisnis ini sejak tahun 80-an.

Satu kemasan kerupuk kulit seberat 250 gram hanya dibanderol Rp 8.000. "Tapi kerupuk dorokdok harganya sedikit mahal dibanding kerupuk kulit. Satu bungkusnya Rp 13.000. Masih sangat terjangkau lah," kata Dilla, salah seorang penjual kerupuk kulit dan dorokdok di kawasan Jalan Ahmad Yani Garut.

Kerupuk kulit dan dorokdok khas Garut ini tersedia dalam beberapa ukuran serta merek dagang. Beberapa jenis yang terkenal adalah Pada Sono, Pusaka, Pada Seneng, HWY, Hikmah, Iti Kurih, dan beberapa merek lain.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas