• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kue Lam, Pusaka Kuliner Asal Barabai Kalimantan Selatan

Selasa, 9 Agustus 2011 08:04 WIB
Kue Lam, Pusaka Kuliner Asal Barabai Kalimantan Selatan
BANJARMASIN POST/HANANI
Kue Lam, kue khas Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post Hanani

TRIBUNNEWS.COM - PULUHAN tungku berjejer rapi. Bau asap dan aroma wangi khas kue tercium, saat memasuki ruangan tanpa atap itu. Panas bara api dari arang halaban yang diletakkan di atas tungku, menyatu dengan  delapan pekerja pembuat kue lam. Mereka berjibaku dengan hawa panas.

Para pembuat kue lam ini tengah melakukan pekerjaan rutin, membakar kue lam, kue khas dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Membuat kue itu tidak gampang. Selain harus tahan panas, juga harus sabar karena adonannya dimasukkan secara bertahap, hingga membentuk puluhan lapisan yang diinginkan.

Namun, karena  sudah puluhan tahun pekerjaan membakar kue lam itu digeluti, hawa panas dari bara api itu pun sudah menjadi sahabat. "Kami sudah bekerja di sini puluhan tahun. Jadi sudah terbiasa dengan kondisi ini,"tutur Janah, karyawan pada usaha rumahan milik Lailan, warga Jalan PM Noor, Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Di Barabai, ada sejumlah usaha kue rumahan yang menjadi pusat oleh-oleh khas bagi yang berkunjung ke HST. Di antara perajin itu, ada dua keluarga besar  yang mengusahakan kue  berbentuk kotak dengan tekstur seperti kue lapis legit itu. Mereka adalah dua bersaudara, Lailan dan Zainab.

Ditemui di rumah produksinya, Lailan terlihat sibuk melayani pembeli di toko kue depan rumahnya. Sesekali dia memantau langsung proses pembuatan kue lam tersebut. "Membuat kue ini harus sabar, karena proses membakarnya memerlukan waktu sampai tiga jam. Ini karena adonannya dibakar secara bertahap sehingga menjadi lapisan yang menyatu dan matang secara merata,"jelas Lailan

Selama Ramadan, Lailan membuat kue itu lebih banyak. Jika hari biasa 40-50 biji, sekarang 60-70 biji. Permintaan biasanya meningkat menjelang lebaran, sehingga dia harus membuat sampai ratusan biji. Satu biji kue Rp 80.000 (kue lam biasa) dan Rp 90.000 untuk lam spesial. Adapun bahan dasar kue lam, tepung, telur bebek, margarine dan gula.  

Asal mula kue lam sebenarnya berasal dari negeri Arab. Lailan dan Zainab sendiri keturunan negeri timur tengah tersebut. Resep pembuatan kue tersebut  merupakan resep pusaka yang diwariskan neneknya  secara turun-temurun. Kini usaha keduanya berkembang hingga mempekerjakan puluhan karyawan.

Editor: Anita K Wardhani
0 KOMENTAR
147447 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas