Klasik nan Futuristik Batik Muria Kudus

Motif dan ornamen yang melekat di kain tersebut menjadikan batik Muria Kudus bergenre klasik nan futuristik.

Klasik nan Futuristik Batik Muria Kudus
TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA
Motif dan ornamen yang melekat di kain tersebut menjadikan batik Muria Kudus bergenre klasik nan futuristik.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM - BATIK Muria Kudus saat ini sudah mulai mendapat sentuhan modern. Tak heran, motif dan ornamen yang melekat di kain tersebut menjadikan batik Muria Kudus bergenre klasik nan futuristik.

Menurut pemilik Muria Batik, Yuli Astuti (31), batiknya memang beda daripada batik pada umumnya. Ia masih melestarikan batik tradisi kuno khas Kudus. Corak dan warnanya pun berbeda dari batik kebanyakan. Namun, ia tetap berusaha untuk memasukkan warna modern, sehingga tak ketinggalan mode.

Banyak tema klasik yang ditawarkan di Muria Batik. Di antaranya Ukir Gebyok dan Kapal Kandas. Ukir Gebyog diangkat dari sejarah Gebyog di kudus. Ceritanya berisi keluhuran budi dan makna kehidupan.  Sedangkan Kapal Kandas, bercerita tentang sebuah Kapal yang kandas sedang membawa rempah-rempah.

Harga Batik Muria dengan corak kuno tradisional maupun sedikit sentuhan futuristik, dibanderol dari Rp 2 juta-Rp 6 juta per helai. Tertinggi, ia pernah menjual seharga Rp 18 juta. Tingginya harga, karena proses pembuatan batik klasik biasanya memakan waktu 4-8 bulan.

Selain batik kuno, Yuli juga memproduksi batik sederhana dengan kisaran harga Rp 200 ribu -Rp 500 ribu, dengan ukuran 2,5 meter.

Berita lengkap silakan klik Tribun Jakarta Digital Edisi Kamis (22/3/2012) siang.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help