• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Sari Husada Luncurkan SGM Bunda Presinutri

Kamis, 19 April 2012 19:51 WIB
Sari Husada Luncurkan SGM Bunda Presinutri
tribunnews.com/oro
Kiri kanan : Presiden Direktur Sari Husada Boris Buordin, Ketua Umum POGI dr Noroyono Wibowo, Regional Scientific and R & D Director Asia Pasific Region, Danone Baby Nutrition Jaques Bindels dan Senior Brand Manager SGM Bunda Anie Zetga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sari Husada perusahaan penghasil nutrisi untuk ibu dan balita meluncurkan SGM Bunda Presinutri untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui memegang peran penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.

President Director Sari Husada Boris Bourdin mengatakan peluncuran SGM Bunda sesuai dengan misi perusahaan Nutrisi untuk Bangsa yang memiliki komitmen untuk terlibat dalam mengatasi masalah malnutrisi di Indonesia.

"Komitmen tersebut kembali kami buktikan hari ini. Bentuk kontribusi Sari Husada lainnya adalah melalui edukasi nutrisi secara berkelanjutan melalui nutritalk serta inovasi produk nutrisi terbaik, berkualitas, enak dan terjangkau bagi ibu dan anak.," ungkap Boris Bourdin dalam acara launching SGM Bunda di Jakarta, Kamis (19/4/2012).

Menurut Boris Bourdin, SGM Bunda Presinutri akan menjadi salah satu solusi bagi perbaikan kesehatan ibu hamil dan menyusui di Indonesia.

"Hari ini kami meletakkan pondasi yang kuat dalam memberikan dukungan 'Nutrisi 360 Minggu Awal Kehidupan' (360 weeks of early life nutrition) dalam upaya perbaikan nutrisi ibu dan anak serta untuk pengembangan portfolio produk SGM di masa mendatang," ujar Boris.

Kekurangan nutrisi baik makro maupun mikro pada ibu hamil dan menyusui akan berdampak pada kualitas kesehatan anak di masa mendatang.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) menambahkan, ada sebagian masyarakat menganggap bahwa pemenuhan nutrisi yang baik dimulai sejak lahir. Pemahaman tersebut harus diubah, karena seharusnya nutrisi yang baik merupakan tanggungjawab ibu bahkan sejak sebelum kehamilan.

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan kesehatan seseorang ketika dewasa berhubungan dengan kondisi nutrisi ibu ketika hamil," kata Noroyono.

Dalam pemaparannya, Noroyono mengatakan masalah nutrisi yang paling umum ditemui pada ibu hamil di Indonesia, adalah golongan ekonomi menengah ke bawah, seperti defisiensi zat besi, asam folat, kalsium, serta kurang energi kronis, protein dan vitamin A.

"Defisiensi nutrisi ini secara langsung mempengaruhi kondisi kehamilan dan juga proses kelahiran," ujar Noroyono.

Dari hasil penelitian yang dilakukannya, penyebab tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah pendarahan dan pre-eklamsia, hal ini berhubungan erat dengan malnutrisi atau gizi kurang, selain itu, malnutrisi pada ibu hamil akan menyebabkan kelainan berdasarkan fungsi zat-zat tersebut dalam proses perkembangan janin.

"Akibatnya janin akan tumbuh dengan kelainan tabung saraf dan otak, seperti anencephalus (kondisi dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk) atau spina bifida (sumbing tulang belakang) akibat defisiensi asam folat," katanya.

Regional Scientific and R&D Director Asia Pacific Region, Danone Baby Nutrition Dr. Jacques Bindels dalam presentasinya menyajikan hasil studi dari SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology), sebauh lembaga independen yang bernaung di bawah Institut Pertanian Bogor (IPB).

Studi yang dilakukan di Kotamadya Bogor selama satu tahun (Agustus 2010 – Agustus 2011) untuk mendapatkan data pola makanan dan status gizi wanita, yang secara keseluruhan melibatkan 623 orang.

Studi ini secara merata dilakukan pada wanita yang berasal dari golongan status ekonomi menengah ke bawah diukur berdasarkan tingkat pengeluaran rumahtangga.

"Hasilnya, enam dari sepuluh orang ibu hamil mengalami kurang asupan nutrisi mikro (antara lain zat besi, seng, vitamin A & C dan asam folat)," katanya.

Selain itu, ditemukan pula bahwa lebih dari 50% ibu hamil mengalami kekurangan asupan protein, kondisi ini mendukung fakta banyaknya terdapat masalah bayi baru lahir seperti prematur dan berat badan lahir rendah di wilayah penelitian tersebut.

"Studi ini pada akhirnya dapat menentukan rekomendasi tambahan nutrisi yang dibutuhkan, dan inilah yang menginspirasi kami untuk mengembangkan SGM Bunda Presinutri. Formulanya mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan ibu untuk melengkapi asupan makanan selama kehamilan dan menyusui, yang kami kembangkan secara presisi berkolaborasi dengan POGI," ujar Bindels.

Senior Brand Manager SGM Bunda Presinutri Anie Zetga mengatakan, masih banyak ibu yang belum sepenuhnya menyadari bahwa mereka membutuhkan nutrisi khusus pada saat mereka hamil dan menyusui, kebanyakan mereka merasa makanan yang mereka konsumsi sehari-hari sudah memberikan asupan nutrisi yang cukup.

"Faktanya susu adalah alternatif solusi dalam menyampaikan nutrisi, namun dengan kondisi mual akibat perubahan hormon, membuat susu khusus ibu hamil dan menyusui tidak mudah dikonsumsi oleh mereka, apalagi jika mereka harus meminumnya 2x sehari," katanya.

Hasil survey mengungkapkan hanya 1 dari 3 ibu hamil dari golongan ekonomi menengah ke bawah yang minum susu khusus Ibu Hamil dan sebagian besar disebabkan karena mereka tidak menyukai rasa susu dan juga harga susu Ibu Hamil & Menyusui yang ada di pasaran relatif kurang terjangkau bagi mereka.

"SGM Bunda Presinutri hadir dalam varian SGM Bunda Presinutri Hamil dan SGM Bunda Presinutri Menyusui dengan kesegaran rasa jeruk dan mangga dengan harga yang sangat terjangkau. Ibu cukup menyisihkan Rp 3.000,- per hari untuk segelas SGM Bunda Presinutri yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil dan menyusui," katanya.

Tantangan lain dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui, yaitu masalah edukasi. Oleh karena itu, sejalan dengan peluncuran ini, SGM Bunda Presinutri akan memberikan dukungan edukasi secara kontinyu melalui pesan 4 SEHAT + 1 Gelas SGM Bunda Presinutri yang akan membantu melengkapi kebutuhan selama hamil dan menyusui.

"Edukasi ini akan kami lakukan melalui berbagai saluran, selain melalui sosialisasi melalui konferensi pers pada hari ini, juga melalui iklan layanan masyarakat, iklan televisi, edukasi melalui kegiatan aktivasi, yang tentunya melibatkan kerjasama dengan berbagai jenis profesi tenaga kesehatan, seperti dokter ahli kandungan dan bidan," papar Anie.

Editor: Toni Bramantoro
0 KOMENTAR
457101 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas