• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Ibu Hamil Jerawatan? Pilih Cara Aman Mengatasinya

Selasa, 5 Juni 2012 14:35 WIB
Ibu Hamil Jerawatan? Pilih Cara Aman Mengatasinya
google.image
Ibu hamil minum obat

Laporan Wartawan Tabloid Nakita

TRIBUNNEWS,COM - Jerawat adalah problem "standar" yang dialami wanita hamil. Bagaimana penanganannya? Ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat.

Menurut dr. Tina Wardani Wisesa,SpKK dari klinik Sakti Medika, Tebet, Jakarta, penyebab kulit berjerawat adalah faktor hormonal dan faktor lingkungan sekitar.

Gangguan ini cukup banyak dialami ibu hamil. Pada ibu yang "berbakat" jerawatan, gangguan ini bisa lebih parah kondisinya. Tapi ibu tak perlu khawatir, berikut kiatnya:

* Lakukan perawatan dengan cara selalu membersihkan kulit wajah usai bepergian. Begitu juga sebelum tidur, upaya bersih-bersih perlu dilakukan (minimal 3 kali sehari).

* Gunakan sabun antijerawat yang tidak membuat kulit wajah kering.

* Oleskan pelembap yang bukan berbahan dasar minyak.

* Lakukan facial/perawatan kulit berjerawat mengggunakan formula mengandung minyak esensial untuk menghilangkan jerawat.

* Agar gangguan yang dialami tak makin parah, gunakan obat jerawat atau produk perawatan khusus yang aman bagi ibu dan janin. Pilihlah obat jerawat jenis topikal (dioleskan pada kulit) yang mengandung benzoyl peroxide atau azelaic acid. Anda juga bisa memakai produk perawatan yang tidak mengandung minyak (sehingga tidak memicu timbulnya jerawat baru). Atau  pilih yang mengandung minyak esensial yang efektif untuk memudarkan bercak pascajerawat.

* Hindari obat jerawat yang mengandung Accutane. Obat jenis ini diyakini bisa memicu terjadinya keguguran atau gangguan kelahiran bayi.

Ibu hamil yang akan mengobati infeksi pada kulit wajah, seperti jerawat yang menimbulkan kemerahan pada kulit, memerlukan pengawasan dari dokter. Biasanya, ibu hamil diminta untuk menunda pengobatan sampai usia kandungannya mencapai 4 bulan karena dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan janin.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
594351 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas