• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Ceker Ranjau, Menu Istimewa dari Daerah Istimewa

Selasa, 19 Juni 2012 13:42 WIB
Ceker Ranjau, Menu Istimewa dari Daerah Istimewa
Tribun Jogja
Ceker Ranjau


TRIBUNNEWS.COM, YOGYA
- Ceker, bagian kaki ayam ini memang memiliki citarasa dan kenikmatan tersendiri bagi masyarakat Jawa. Bahkan beberapa orang begitu menggandrungi kaki ayam ini dibandingkan dengan bagian tubuh ayam lainnya yang lantas menggugah para penggiat kuliner Yogya untuk membuat sajian khas ceker yang istimewa. Beberapa diantaranya yakni Ceker Ranjau Babarsari dan Ceker Setan Warung Makan 99 Bu Murni.

Ceker Ranjau, belum lama ini diperkenalkan di Yogya dan ternyata telah mengundang rasa penasaran banyak orang. Warungnya yang sederhana, di depan Outlet Bunga Kampus pertigaan Babarsari, tepat berada di samping lampu merah. Otomatis setiap kendaraan yang berhenti, mau tak mau melirik ke kuliner unik yang satu ini. Mengapa unik? Karena memang belum banyak warung ataupun rumah makan yang mengkhususkan dirinya menggarap sajian ceker sebagai menu utama.

Dilihat dari namanya, istilah ranjau seringkali dipakai untuk menunjukkan citarasanya yang ekstra pedas. Dan benar, bagi pehobi pedas, Ceker Ranjau mampu memanjakan lidah dengan kuah ranjaunya yang begitu pedas. "Sebenarnya ceker ranjau itu dua menu yang berbeda lho, jadi ranjau itu masakan balungan ayam yang dimasak pedas,  jadi tidak hanya ceker saja yang dimasak pedas," ujar Dona Irsani, pemilik warung Ceker Ranjau.

Selain menu ceker dan ranjau, di warung tersebut juga menyediakan pilihan olahan serupa dengan bagian ayam yang lain yakni kepala, sayap atau paha ayam. Kesemuanya diolah dengan bumbu yang sama, namun jika diamati menu Ranjau lah yang paling pedas.

Menurut sang pemilik yang notabene orang Padang, Ceker Ranjau merupakan menu adaptasi dari menu khas masakan Padang. Hampir mirip dengan masakan kare namun lebih encer dan lebih banyak menggunakan kunyit serta cabe rawit untuk meniimbulkan sensasi pedas.

Warung yang belum lama eksis di Yogya ini, buka mulai pukul 19.30 WIB. Setiap harinya mereka rata-rata menghabiskan delapan kilogram ceker ayam hanya dalam beberapa jam saja. Untuk menikmatinya, Anda cukup merogoh kocek Rp 1.000 per satu ceker ayam. Sedangkan sayap dan kepala ayam seharga Rp 3.000, paha ayam Rp 5.000. Khusus untuk semangkok menu Ranjau yang terdiri dari balungan ayam, Anda cukup membayar Rp 4.000 perporsi. Harga yang sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. (*)

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
641471 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas