Kamis, 30 Juli 2015
Tribunnews.com

Melepas Rindu di Lore Rindu

Kamis, 12 Juli 2012 08:01 WIB

Melepas Rindu di Lore Rindu
Kompas.com
Lore Rindu

TRIBUNNEWS.COM - Taman Nasional Lore Lindu, di jantung pulau Sulawesi bisa jadi pilihan liburan akhir pekan yang menarik. Hutan tropisnya kaya dengan flora dan fauna khas. Beberapa enclave-nya cocok jadi tempat tujuan wisata keluarga. Salah satunya adalah Danau Tambing. Di danau ini kita tidak cuma bisa menikmati indahnya panorama alam, tapi juga bisa menikmati riuh rendah dan merdunya kicau burung-burung khas Sulawesi.

Hari masih pagi. Kabut masih menyungkup kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Dingin terasa menusuk tulang. Tapi indahnya panorama alam mengobati mata dan hati. Segar rasanya pikiran. Terletak tak jauh dari jalan poros Palu-Napu, sekitar 80 kilometer ke arah selatan Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Taman Nasional seluas 217.000 hektare ini mudah dicapai dengan sepeda motor juga mobil.

Ada beberapa daerah kawasan hutan dan non-hutan yang membangun Taman Nasional ini. Salah satunya adalah Danau Tambing dengan ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Dari Palu jaraknya sekitar 80 kilometer. Danau ini menjadi pilihan para pencinta burung dan juga penyuka petualangan alam bebas.

Lokasi Danau Tambing adalah bagian dari salah satu kawasan Taman Nasional di Indonesia. Terletak di wilayah Kabupaten Donggala, Sigi dan Poso. Taman Nasional Lore Lindu ditetapkan sebagai Cagar Biosfir oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pendidikan, ilmu pengetahun dan budaya, pada tahun 1977.

Di kawasan ini kita bisa menemukan sekitar 263 jenis burung. Bahkan, sebanyak 30 persen di antaranya merupakan endemik, artinya tidak bisa ditemukan di daerah lain. Di Danau Tambing, kita bisa menemukan antara lain Nuri Sulawesi (Tanygnatus sumatrana), Kakatua (Cacatua sulphurea), Rangkong (Buceros rhinoceros dan Aceros cassidix) atau Pecuk ular (Anhinga rufa).
Indahnya panorama alam, riuhnya kicau burung akan menyambut kita sesampainya di tepi Danau Tambing. Kabut pagi masih menggantung di atas danau yang luasnya tak sampai 1 hektare itu.

Danau ini juga menjadi ladang pencaharian warga setempat. Mereka, para nelayan rimba mengail dan menjala ikan mujair dan juga belut di danau ini. Idris Tinulele (38), warga setempat, bisa memandu kita menyusuri kawasan ini. Idris adalah sarjana Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako yang sudah meneliti di kawasan ini sejak lama. Ia hafal sebagian besar jenis burung di kawasan ini dan juga bisa menirukan kicauannya. Ia punya tips bila berwisata di sini.

“Kita harus sabar dan tenang juga betah berlama-lama bila berada di sini. Itu supaya bisa melihat burung-burung keluar dari sarangnya dan menikmati merdu kicauannya,” saran Idris.

Halaman123
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas