• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Sepatu Motif Batik, Artistik dan Etnik

Kamis, 27 September 2012 07:39 WIB
Sepatu Motif Batik, Artistik dan Etnik
TRIBUN JOGJA
Sepatu batik

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNNEWS.COM YOGYA - Sepatu kulit sudah bukan hal asing bagi masyarakat. Tapi bagaimana jika sepatu berbahan kulit ini bermotif batik sehingga tercipta sebuah sepatu yang artistik dan etnik? Jogja Handmade bekerja sama dengan Fajirro Leather Batik mencoba memberikan inovasi produk berupa sepatu batik kulit yang mulai dipasarkan secara luas sejak Mei 2012.

Pemilik sekaligus desainer sepatu dari Jogja Handmade, Triana Herawati, menuturkan produk sepatunya terinspirasi dari kekayaan tradisi dan eksotisme Indonesia, khususnya Batik. Karenanya, wanita yang akrab disapa Ana ini menciptakan varian sepatu bermotif batik yang eksotik.

Khusus dalam lomba Pengembangan Industri Kreatif 2012, Ana kembali merancang boots warna coklat, biru, dan orange bermotif Parang khas Keraton Yogya yang dikombinasikan aksen-aksen khas Dayak.

"Sepatu boots batik ini dibuat dari kulit sapi dengan lapisan vinyl dan sol rubber," ujar Ana menjelaskan produk unggulannya.

Selain boots kulit batik, Ana juga medesain berbagai varian sepatu lainnya antara lain flat shoes dan wedges. Ketiganya dibuat dengan bahan kulit sepenuhnya atau dikombinasikan dengan vinyl. Ana membandrol flat shoes seharga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Sedangkan wedges seharga Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, dan boots seharga Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

Produk sepatu kulit batiknya bahkan pernah menyabet penghargaan Sepatu Casual Terbaik ketiga dalam event Gelar Sepatu Kulit dan Fashion di Jakarta Convention Center, 12-16 Mei 2012 lalu. Atas prestasinya tersebut, banyak pihak yang tertarik. "Tahun depan rencananya akan pameran di Jepang," ucapnya.

Bagi konsumen yang tertarik memiliki produk sepatu kulit motif batik ini, bisa bertandang langsung ke showroom Jogja Handmade-Leather Craft di Nasupan Trihanggo Sleman. Atau di Mirota Batik di Malioboro Yogyakarta. "Setiap seri desainnya dibuat terbatas, hanya ada lima pasang dengan ukuran yang berbeda mulai 36 sampai 40.

Terpisah, Ida  Dwiani, pemilik Fajirro Leather Batik menuturkan bahwa ia dan suaminya juga menciptakan berbagai produk berbahan kulit yang dimotif batik. Hanya saja, ia lebih fokus pada produk tas dan aksesoris antara lain bros, bando, kalung, sabuk, dompet, dan sebagainya.

Produk di Fajirro Leather Batik dibanderol mulai dari Rp 10 ribu untuk bros bunga warna-warni hingga Rp500 ribu untuk tas kulit batik yang unik. Ida mengaku, produknya memang ditujukan untuk semua kalangan, sehingga ia menciptakan produk yang lebih variatif, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
972581 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas