Itang Yunasz dan CTI Dianugerahi Pia Alisjahbana Award

Perancang mode Itang Yunasz dan Cita Tenun Indonesia (CTI) dianugerahi Pia Alisjahbana Award 2012

Itang Yunasz dan CTI Dianugerahi Pia Alisjahbana Award
TRIBUN JAKARTA/Daniel Ngantung
Pia Alisjahbana Award
Penghargaan diberikan sore tadi, Minggu (11/11/2012), sebagai rangkaian perhelatan Jakarta Fashion Week 2013 di Fashion Loft, Area P5, Plaza Senayan. 
Pia Alisjahbana Award adalah sebuah penghargaan lima tahunan bagi individu dan institusi yang bergerak di industri mode tanah air. 
Pia Alisjahbana adalah pelopor dan penggerak industri mode sejak era 70-an melalui kegiatan lomba-lomba perancang mode yang mengikutsertakan para talenta muda, mengedukasi selera mode masyarakat melalui media, dan mendorong berdirinya berbagai asosiasi mode di Indonesia.  
Sama seperti spirit Pia Alisjahbana, para pemenang adalah individu dan kelompok yang menjadi penggerak perubahan dan role model di industri mode Tanah Air.
Selain itu mereka juga telah memberi pengaruh besar dan signifikan, mencakup selera konsumen, membuka pasar, memberdayakan dan memajukan perajin lokal, inovasi desain dan telah diakui reputasinya secara nasional atau internasional.
 
Mereka telah memiliki masa kerja minimal tiga tahun dan memberi dampak positif yang lebih luas dari kepentingan komersial atau pribadinya.
"Ini mengapa penghargaan Pia Alisjahbana  diberikan lima tahun sekali, supaya ada jenjang waktu untuk melihat kinerja para desainer dalam mengembangkan industri mode Indonesia," ujar Svida Alisjahbana, CEO Femina Group yang juga adalah salah seorang panel juri, Minggu (11/11/2012).
Pemenang dipilih melalu dua tahap. Sebagai tahap awal, para Pemimpin Redaksi dan CEO Femina Group melakukan penominasian secara tertutup dengan melihat kinerja para calon dalam tiga tahun terakhir. 
Setelah di-"short-listed"-kan menjadi enam nominasi, para finalis kembali dinilai oleh Dewan Juri Utama yang beranggotakan Chossy Latu (desainer, mewakili Ikatan Perancang Mode Indonesia [IPMI]), Christine Barkie (Direktur Metro Department Store), Hanifa Ambadar (Pemimpin Redaksi Fashionese Daily, anggota Fashion Council).
Kemudian, Rhenald Kasali (pakar bisnis), Susan Budihardjo (desainer, pendidik bidang mode), Taruna Kusmayadi (desainer, mewakili Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia [APPMI]), dan Yoris Sebastian (marketer, penulis buku "Creative Junkies"). 
Setelah dirundingkan sejak September lalu, akhirnya para dewan juri sepakat menamakan Itang Yunasz dan Cita Tenun Indonesia (CTI) sebagai penerima Pia Alisjahbana Award 2012.
Itang Yunasz menerima penghargaan untuk kategori Individu. Runner-up Lomba Perancang Mode 1981 ini dinilai unggul dalam aspek pengembangan produk, khususnya busana muslim, inovasi bisnis model dan diversifikasi pasar, melakukan edukasi selera publik dan menjadi sosok inspiratif bagi desainer muda.
Karya-karyanya telah menembus pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Mesir dan Dubai. Karyanya juga sudah pernah dipamerkan di Monaco, London, Paris dan, belum lama ini, San Fransisco.
Kini Itang Yunasz telah memiliki empat lini busana yaitu Itang Yunasz untuk label ekslusif, Tatum untuk label busana muslim bagi wanita bekerja, Marrakech dengan desain anak muda berbahan kaus, dan Kamilaa.
Dalam pidato penerimaannya Itang Yunasz menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga hingga tim yang telah menemaninya selama berkarir di industri mode selama 20 tahun terakhir.
Sementara itu Cita Tenun yanga memenankan kategori institusi dinilai unggul dalam aspek pengembangan industri hulu ke hilir, community building yang komprehensif, kontinu dan berkesinambungan. Mereka sangat berperan dalam memopulerkan kain tradisi menjadi lebih siap pakai yang sesuai dengan gaya hidup masa kini.
"Saya persembahkan juga penghargaan ini untuk para perajin lokal. Saya berharap hasil kerja keras mereka bisa terus diterima secara luas oleh pasar global," ujar Okke Hatta Radjasa, Ketua CTI, dalam pidato penerimaannya.
Sebelum menerima penghargaan di tanah sendiri, CTI sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional. Akhir September lalu di New York City, AS, CTI dianugrahi penghargaan oleh Fashion 4 Development (F4D) atas upaya melestarikan dan memperkaya tenun Indonesia.  
Pia Alisjahbana Awards diadakan lima tahun sekali. Tahun ini adalah kali keduanya penghargaan ini digelar. Oscar Lawalata menjadi penerima penghargaan Alisjahbana Award pertama pada 2007.
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved