Minggu, 1 Februari 2015
Tribunnews.com

Kala Alunan Gamelan Diracik Bersama Musik Simfoni

Minggu, 25 November 2012 17:39 WIB

Kala Alunan Gamelan Diracik Bersama Musik Simfoni
Tribunnews.com/ Daniel Ngantung
Saat gamelan disuguhkan dalam bentuk simfoni.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta,
Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM - Musik itu bahasa universal. Saking universalnya, cukup mampu melampaui batas dua budaya yang berbeda.

Inilah yang terlihat dalam konser "Wayang in Symphony", gelaran Yayasan Lontar bersama Orkes Simfoni Jakarta (OSJ), di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (24/11/2012) malam.

Sesuai dengan tajuknya, musik jawa yang notabenenya bertangga nada pentatonik (skala dengan lima not per oktaf) ditampilkan dalam format orkestra yang identik dengan musik simfoni.

Musik simfoni sendiri berasal dari budaya barat dengan tangga nada diatonik (skala dengan tujuh not per oktaf). Dalam formasinya, orkes simfoni terdiri dari violin 1 dan 2, viola, cello, woodwind, harpa, dan sebagainya.

Kalau biasanya, orkes simfoni menggunakan alunan gamelan untuk menghadirkan nuansa jawa, justru dalam konser ini, orkes simfonilah yang menjadi gamelannya. Nuansa jawa mengental dengan hadirnya kendang dan sindenan.

Nomor-nomor yang ditampilkan oleh OSJ diadaptasi dari karya sastra kuno berjudul "Hastabrata". Karya ini berkisah tentang delapan sifat alam yang melengkapi kesempurnaan dan keteladanan seorang pemimpin yang ditampilkan dalam lakon wayang Makutharama. Delapan elemen alam itu adalah bumi, api, air, angin, bintang, bulan, matahari dan alam.

Halaman123
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Agung Budi Santoso
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas